
JABAR EKSPRES – Kenaikan harga BBM jenis Pertamax secara tiba-tiba membuat sejumlah pengendara terkejut.
Harga Pertamax sebelumnya berada di kisaran Rp12.300 per liter. Kini melonjak hingga Rp16.000 per liter berlaku dari hari ini, Rabu (10/6).
Kenaikan bahan bakar non subsidi ini tanpa adanya penjelasan resmi dari Pertamina kepada masyarakat.
Baca Juga:Jelang Penyaluran BOSP Tahap 2, Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Minta Sekolah Lengkapi AdministrasiBea Cukai Jamin Layanan Ekspor Tetap Normal Meski DSI Bersiap Jadi Eksportir Tunggal
Salah satu pengguna Pertamax, Algi (25), Asal Cibubur, mengaku kaget dengan lonjakan harga tersebut.
Kata dia, kenaikan hingga hampir Rp4.000 per liter terjadi terlalu drastis dan membebani konsumen yang setiap hari bergantung pada kendaraan pribadi.
“Enggak expect banget tiba tiba naik, naiknya juga langsung tinggi sampai Rp16.000, kerasa banget buat kami yang tiap hari pakai motor,” ujarnya.
Pegawai swasta yang setiap hari menempuh perjalanan pulang-pergi Cibubur-Bogor sejauh 64 kilometer itu mengatakan biaya pengisian bahan bakar kini meningkat signifikan.
Jika sebelumnya mengisi penuh tangki motornya hanya menghabiskan sekitar Rp80 ribu hingga Rp90 ribu, kini biaya yang harus dikeluarkan diperkirakan mencapai lebih dari Rp120 ribu.
Algi menilai kenaikan harga sebelumnya dari Rp11.800 menjadi Rp12.300 per liter masih bisa diterima karena tidak terlalu besar.
Namun lonjakan kali ini dianggap tidak wajar karena dilakukan secara mendadak tanpa sosialisasi yang jelas kepada konsumen.
Baca Juga:Harga Sawit Petani Swadaya Melonjak 12,32 Persen, Tembus Rp3.674 per KilogramTaman Safari Perkenalkan Satrio Wiratama, Baby Giant Panda Pertama yang Lahir di Indonesia
“Kenaikan sebelumnya masih masuk akal, tapi ini tiba-tiba naik sampai Rp16.000, jelas berasa banget, apalagi buat yang jarak tempuhnya jauh seperti saya,” ungkapnya.
Ia juga mengkritik pemerintah dan Pertamina yang dinilai hanya menaikkan berbagai beban masyarakat tanpa diikuti peningkatan kesejahteraan pekerja.
Menurutnya, kenaikan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar terus terjadi, sementara pendapatan masyarakat tidak mengalami perubahan berarti.
“Kalau memang harga-harga mau dinaikkan, ya upah juga harus naik. Jangan pajak dan kebutuhan terus naik, tapi gaji segitu-segitu saja,” tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pertamina terkait alasan kenaikan harga Pertamax yang dikeluhkan sejumlah konsumen.