
JABAR EKSPRES – Meski sebagian besar dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tasikmalaya sudah kembali beroperasi setelah sempat terkendala pencairan anggaran, hingga Selasa (9/6/2026) masih terdapat 21 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum dapat melayani penerima manfaat. Di sisi lain, satu SPPG harus disuspensi karena persoalan sarana dan prasarana yang dinilai tidak memenuhi standar.
Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Karim, mengatakan sebelumnya sebanyak 85 SPPG menghentikan operasional sementara akibat dana bantuan pemerintah belum masuk ke rekening virtual account (VA) masing-masing satuan pelayanan. Namun setelah pencairan dana mulai dilakukan pada Senin (8/6/2026), sebagian besar dapur MBG kembali beroperasi.
“Dari 85 SPPG yang sempat berhenti beroperasi, sebanyak 64 SPPG sudah kembali melayani pada Selasa karena dana VA sudah ditransfer pada hari Senin,” kata Abdul Karim, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga:Anggaran Belum Masuk, 85 Dapur MBG di Tasikmalaya Berhenti BeroperasiBTN Karawang Perkuat Akses Pembiayaan UMKM Biar Usaha Makin Cuan
Meski demikian, proses pemulihan layanan belum sepenuhnya selesai. Hingga Selasa, masih ada 21 SPPG yang belum kembali beroperasi sehingga ribuan penerima manfaat di wilayah layanan masing-masing belum mendapatkan jatah makanan bergizi gratis.
Menurut Abdul Karim, keterlambatan operasional sejumlah SPPG tersebut masih berkaitan dengan kebutuhan biaya operasional yang belum sepenuhnya terpenuhi.
Selain kendala anggaran, terdapat pula satu SPPG yang saat ini berstatus suspen. Satuan pelayanan tersebut diminta menghentikan sementara operasionalnya karena fasilitas yang digunakan tidak memenuhi ketentuan.
“Ada satu SPPG yang terkena suspen karena persoalan sarana dan prasarana. Lokasinya diminta direlokasi karena luas tempat yang digunakan sebelumnya tidak memadai,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat sebagian penerima manfaat masih harus menunggu layanan MBG kembali normal. Untuk mengantisipasi gangguan pelayanan yang berkepanjangan, pihak SPPG bersama koordinator kecamatan tengah melakukan koordinasi intensif.
Abdul Karim memastikan upaya penanganan terus dilakukan agar tidak terjadi kebingungan di kalangan sekolah maupun masyarakat penerima manfaat.
“Saat ini sedang dikoordinasikan oleh korcam dan kepala SPPG masing-masing supaya tidak terjadi miskomunikasi. Kami berupaya agar pelayanan kepada penerima manfaat bisa segera kembali normal,” katanya.
Baca Juga:Bupati Ajak Warga Ikut Mengawasi, Proyek Jalan Ciwatin-Kalapagenep Senilai Rp34,6 Miliar Mulai DikerjakanDi Tengah Pupuk Langka dan Ancaman El Nino Ekstrem, Petani Tasikmalaya Bertaruh pada Harapan
Sebelumnya, penghentian operasional puluhan dapur MBG sempat mengganggu distribusi makanan bergizi ke sejumlah sekolah di Kabupaten Tasikmalaya. Dengan mulai cairnya anggaran pemerintah, sebagian besar layanan telah pulih, meski masih menyisakan 21 SPPG yang belum kembali beroperasi dan satu SPPG yang harus menjalani proses relokasi akibat persoalan sarana dan prasarana. (Hendi)