
JABAR EKSPRES – Di sebuah kawasan industri di Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, ribuan sepeda motor listrik berwarna hitam dan biru tampak berjejer rapi di area terbuka milik EMMO Electric Mobility.
Pantauan Jabar Ekspres dari luar, lokasi itu terlihat seperti gudang biasa. Namun di balik pagar pabrik tersebut tersimpan proyek bernilai fantastis yang belakangan ikut terseret dalam pusaran dugaan kasus korupsi.
Sebagian besar motor masih terbungkus plastik pelindung dan ditutupi terpal transparan berwarna gelap dengan dihiasi daun-daun kering yang menumpuk.
Baca Juga:Oleng Saat Nyalip, Pelajar Tewas Terlindas Mobil di Ciampea BogorKecelakaan Maut Sepeda Motor di Cibinong Bogor, Pengendara dan Penumpang Tewas
Dari data yang dihimpun, jumlah kendaraan yang disediakan mencapai 21.801 unit dengan nilai anggaran sekitar Rp1,3 triliun.
Di lahan yang diperkirakan memiliki luas lebih dari satu hektare itu, deretan motor listrik tipe Emmo JVX GT berjajar memanjang sejauh mata memandang.
Sebagian besar tampak masih dalam kondisi baru dan belum digunakan.
Motor-motor yang semestinya membantu mengantarkan makanan ini kini hanya terparkir diam di bawah terik matahari dan guyuran hujan.
Tidak terlihat aktivitas pengiriman maupun mobilisasi kendaraan dari lokasi tersebut.
Suasana kawasan pun relatif sepi, tak ada tanda-tanda aktivitas industri yang menonjol ataupun persiapan distribusi kendaran ke Satuan Pelayanan Pemenuhsn Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
Bagi Edi (51) warga sekitar, keberadaan ribuan motor tersebut bukan hal baru.
Pedagang gorengan dan kopi yang sehari-hari berjualan tidak jauh dari lokasi, mengaku kendaraan itu sudah berada di kawasan tersebut sejak beberapa bulan lalu.
“Kalau ga salah setelah Lebaran kemarin mulai banyak motor masuk ke sini. Sudah sekitar tiga bulan lebih,” ujarnya saat disambangi, Rabu (10/6/26).
Baca Juga:Diduga Salah Injak Pedal Gas, Mobil Box BGN Tabrak Gapura hingga Roboh di Tamansari BogorPGN Group Perkuat Konektivitas Infrastruktur Gas Bumi Nasional, CISEM II Resmi Beroperasi!
Katanya, sebelum digunakan oleh PT Emmo Electric Mobility Industri, bangunan pabrik tersebut sempat lama tidak beroperasi.
“Dulu kosong, tidak ada aktivitas. Pas bulan puasa kemarin mulai direnovasi, lalu setelah itu motor-motor datang,” terang dia.
Ia juga mengaku sempat melihat adanya penjagaan dari aparat TNI di sekitar lokasi saat ribuan kendaraan tersebut mulai ditempatkan.
Kini, Edi mengaku, menyayangkan jika kendaran yang dibeli menggunakan anggaran besar tersebut akhirnya tidak dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.