Harga Pertamax Melambung Tinggi, Purbaya: Dampaknya Minim!

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi santai terkait kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi jenis Pertamax secara mendadak.

Purbaya percaya diri bahwa kenaikan harga Pertamax yang sangat drastis tidak akan berdampak luas kepada masyarakat.

“Harusnya relatif minim karena kan Pertamax nggak dipakai buat angkutan barang,” kata Purbaya dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (10/6).

Saat disinggung adanya teori kenaikan Pertamax ke pasokan Pertalite, Purbaya melempar hal tersebut. Purbaya meminta hal itu ditanyakan ke Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

“Itu nanya ke Pak Bahlil mesti ada metode lagi. Nozzle control kalau nggak salah, nanya Pak Bahll yang ngerti,” kilahnya.

Purbaya kemudian bersikeras bahwa kenaikan Pertamax tidak akan berdampak signifikan kepada inflasi.

– Advertisement –

“Harusnya limited karena kan bukan buat angkutan umum kan, angkutan barang nggak pakai Pertamax,” tukasnya.

Diketahui, Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga jual BBM non subsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green. Mulai Rabu 10 Juni, harga Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp 16.250/liter, dan Pertamax Green 95 (RON 95) naik menjadi Rp 17.000/liter.

Penyesuaian harga ini diputuskan setelah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan dilakukan sesuai mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.

Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang.
Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.

Leave a Comment