Distan Kabupaten Bandung Prioritaskan Penanganan Irigasi Hulu-Hilir dari Anggaran Rp334 Miliar – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bandung mulai menyusun skala prioritas penanganan daerah irigasi (DI) setelah pemerintah pusat merealisasikan anggaran sebesar Rp334 miliar untuk 2026.

Anggaran tersebut akan difokuskan untuk mendukung kesiapan sektor pertanian menghadapi potensi musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ina Dewi Kania mengatakan, pihaknya mendapat amanat langsung dari Bupati Bandung Dadang Supriatna untuk memastikan penggunaan anggaran tersebut tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan petani di lapangan.

Baca Juga:Kabupaten Bandung Cetak Rekor WTP Satu Dekade Berturut-turutDolar Tembus Rp18.000, Pengrajin Tempe di Kabupaten Bandung Tertekan Daya Beli dan Kenaikan Bahan Baku

Menurut Ina, Distan saat ini berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung untuk menentukan prioritas penanganan sesuai kewenangan masing-masing instansi.

“Kami mendapat amanat dari Pak Bupati untuk menetapkan skala prioritas atas realisasi Rp334 miliar dari pemerintah pusat. Untuk itu kami berkoordinasi dengan Dinas PUTR sesuai kewenangan masing-masing,” kata Ina, Rabu (10/6/2026).

Ia menjelaskan, meskipun nilai anggaran yang direalisasikan masih jauh dari total usulan sebesar Rp947 miliar, pemanfaatannya tetap diarahkan untuk penanganan jaringan irigasi dari hulu hingga hilir.

Menurut dia, jaringan irigasi primer dan sekunder menjadi kewenangan Dinas PUTR, sedangkan Dinas Pertanian bertanggung jawab terhadap jaringan irigasi tersier yang langsung menunjang kebutuhan lahan pertanian masyarakat.

“Selain itu, ada pula penanganan yang kewenangannya di provinsi, dan pusat,” ujarnya.

Selain fokus pada perbaikan dan pengelolaan irigasi, Distan Kabupaten Bandung juga menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi kemungkinan kekeringan akibat kemarau panjang.

Salah satunya dengan menyediakan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa pompa air yang dapat dimanfaatkan petani.

Baca Juga:CFD Kabupaten Bandung Segera Dimatangkan, Dua Lokasi Disiapkan Mulai Juni 2026Dolar Menguat, Disdagin Kabupaten Bandung Wanti-wanti Dampak ke Industri Tekstil dan Tenaga Kerja

Ina mengatakan, pompa air dan alsintan lainnya tersedia di Brigade Alsintan Distan Kabupaten Bandung. Selain itu, petani juga dapat memanfaatkan alsintan yang tersedia di Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) yang dikelola kelompok tani dan gabungan kelompok tani di berbagai wilayah.

Menurutnya, mayoritas lahan pertanian di Kabupaten Bandung merupakan sawah irigasi sehingga memiliki tingkat ketahanan yang lebih baik terhadap musim kemarau. Namun demikian, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi potensi kekeringan.

Leave a Comment