
JABAR EKSPRES – Sebanyak 85 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tasikmalaya sempat menghentikan operasionalnya sementara akibat belum cairnya anggaran dari pemerintah.
Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Tasikmalaya, Karim, membenarkan kondisi tersebut saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026). Menurutnya, penghentian operasional terjadi karena dana bantuan pemerintah belum masuk ke rekening virtual account (VA) masing-masing SPPG.
“Benar, SPPG di Kabupaten Tasikmalaya yang saat ini berhenti operasional sementara memang karena dana bantuan pemerintah belum masuk ke VA,” ujar Karim.
Baca Juga:BTN Karawang Perkuat Akses Pembiayaan UMKM Biar Usaha Makin CuanBupati Ajak Warga Ikut Mengawasi, Proyek Jalan Ciwatin-Kalapagenep Senilai Rp34,6 Miliar Mulai Dikerjakan
Ia menjelaskan, hingga Senin (8/6/2026), tercatat sebanyak 85 SPPG menghentikan kegiatan operasional untuk sementara waktu. Sebagai tindak lanjut, para kepala SPPG diminta mengisi laporan yang telah disediakan oleh KPPG terkait kondisi anggaran VA serta membuat surat pernyataan penghentian operasional sementara.
Meski sempat terhenti, Karim menyebutkan pencairan anggaran mulai dilakukan pada Senin sehingga sebagian besar dapur MBG kembali beroperasi pada Selasa (9/6/2026).
“Alhamdulillah hari Senin sudah ada pencairan anggaran, sehingga SPPG mulai beroperasi kembali pada hari Selasa,” katanya.
Namun demikian, belum seluruh SPPG langsung kembali melayani penerima manfaat. Sejumlah dapur MBG diketahui baru akan kembali beroperasi pada Rabu (10/6/2026).
Informasi tersebut salah satunya diperoleh dari pemberitahuan yang beredar di salah satu sekolah dasar negeri di Kecamatan Sukaraja.
“Di sekolah kami pengiriman MBG sudah berhenti dua hari sejak Senin dan hari ini (Selasa). Tapi tadi sore sudah ada lagi informasi melalui WhatsApp bahwa program akan kembali berjalan mulai besok,” ungkap seorang guru di salah satu SD Negeri di Kecamatan Sukaraja, Selasa malam.
Sempat terhentinya operasional puluhan dapur MBG ini membuat distribusi makanan bergizi kepada ribuan siswa di sejumlah sekolah ikut terganggu. Meski begitu, dengan mulai cairnya anggaran pemerintah, layanan MBG di Kabupaten Tasikmalaya dipastikan akan kembali berjalan secara bertahap dalam beberapa hari ke depan. (Hendi)