Keluarga Korban Aksi Perundungan Pelajar dalam Video Viral di Bogor Sepakat Damai, Harap Dapat Pembinaan  – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Keluarga dari pelajar yang dirundung dalam kasus video viral yang memperlihatkan aksi perundungan pelajar SMK di Jalan Ciheuleut, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Rabu (3/6/2026), memilih menyelesaikan perkara secara damai antara kedua belah pihak.

Pelajar yang menjadi korban perundungan dalam peristiwa tersebut diketahui berinisial R (kelas 11 TKR) dari SMK Bina Warga 1 Kota Bogor.

Sementara enam pelajar yang teridentifikasi sebagai pelaku yakni MA (kelas 11 mesin), HH (kelas 11 mesin), RMZ (kelas 11 listrik), dan MFS (kelas 10 TSM) dari SMK Bina Warga 1, serta FIP dan MQB (kelas 10 otomotif) dari SMK PGRI 2.

Baca Juga:Ahmad Luthfi Antarkan Jawa Tengah Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi dari KemendagriGarut Jadi Kabupaten Terbaik I Pengendalian Inflasi Regional Jawa-Bali

Iis (45), ibu dari R, pelajar yang menjadi korban, mengatakan dirinya telah memaafkan para pelajar yang merundung anaknya dan tidak ingin melanjutkan kasus tersebut ke jalur hukum.

Ia menilai penyelesaian secara kekeluargaan menjadi langkah terbaik.

Ia juga mempercayakan penanganan serta pembinaan para pelajar tersebut kepada pihak sekolah, meski mengaku masih memiliki kekhawatiran terhadap kondisi anaknya.

“Iya, sudah berdamai. Yang sudah-sudah biarlah berlalu. Yang penting ke depannya mereka tidak mengulangi perbuatannya lagi. Saya sudah memaafkan semuanya. Cuma saya percaya sama pihak sekolah, karena mereka sudah dipantau dan dibimbing kembali oleh pihak sekolah,” ujar Iis saat ditemui di Kota Bogor, Jumat (5/6/2026).

Saat ini, R belum kembali bersekolah dan masih beristirahat hingga kondisi kesehatannya membaik.

Namun, Iis menyebut R tetap akan melanjutkan proses pembelajaran di SMK Bina Warga 1 hingga lulus.

“Kalau sedikit rasa khawatir sih ada, cuma saya percaya sama pihak sekolah karena mereka sudah dipantau dan dibimbing kembali. Sekarang anak saya belum masuk, tapi tetap akan melanjutkan sekolahnya,” katanya.

Adapun saat ini R masih dalam masa pemulihan akibat luka ringan berupa nyeri dan memar di bagian punggung.

Baca Juga:Diduga Kambuh Karena Obat Habis, Pria ODGJ Bacok Warga Saat Beli Sayur di BogorNata Singaparna, Bupati Cecep: Jangan Ada Bangunan Ganggu Saluran Air!

Iis mengatakan pihak keluarga dari para siswa yang merundung anaknya telah memberikan uang kompensasi sebagai bentuk tanggung jawab yang rencananya akan digunakan untuk biaya pengobatan korban.

“Hanya merasa nyeri dan ada memar-memar di bagian punggung. Iya ada uang kompensasi, akan kami pakai berobat. Nanti kami rundingkan dulu dengan keluarga kemungkinan berobat medis ke dokter atau lembaga perlindungan resmi,” ucapnya.

Leave a Comment