Belasan Rumah di Kota Medan Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Fenomena angin puting beliung melanda sejumlah pemukiman warga di wilayah Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang yang melanda kawasan permukiman.

“Sebanyak 5 KK atau 19 jiwa terdampak dalam kejadian ini. Selain itu, tercatat sebanyak 5 unit rumah mengalami kerusakan dengan tingkat dampak yang masih terus didata oleh petugas di lapangan,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Jumat (29/5).

“Hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut,” imbuhnya.

Menindaklanjuti kejadian itu, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kota Medan menurunkan beberapa personel untuk melakukan monitoring, pendataan, serta kaji cepat pascabencana angin puting beliung.

Petugas juga berkoordinasi dengan pihak lingkungan, kelurahan, dan kecamatan setempat guna memastikan penanganan berjalan secara optimal.

– Advertisement –

Selain melakukan asesmen lapangan, BPBD Kota Medan juga terus memonitor perkembangan cuaca berdasarkan informasi dari BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.

Penanganan kejadian ini berada dalam masa transisi darurat menuju pemulihan bencana di Kota Medan berdasarkan Keputusan Wali Kota Medan Nomor 188.44/27.K yang berlaku mulai 26 Desember 2025 hingga 26 Juni 2026.

Adapun unsur yang terlibat dalam penanganan terdiri dari BPBD Kota Medan, masyarakat setempat, serta relawan. Hingga saat ini, proses pendataan masih terus dilakukan mengingat cuaca yang masih diguyur hujan dan adanya pemadaman listrik di lokasi terdampak.

Abdul kemudian mengimbau masyarakat di wilayah terdampak angin kencang dan puting beliung agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, terutama saat hujan lebat disertai angin kencang terjadi.

“Warga juga diimbau untuk menghindari berteduh maupun beraktivitas di dekat pohon, baliho, dan bangunan yang berpotensi roboh. Sementara itu, masyarakat di wilayah rawan karhutla diharapkan tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila ditemukan titik api guna mencegah kebakaran meluas,” imbaunya.

Leave a Comment