
JABAR EKSPRES – Sejumlah pedagang pernak-pernik haji dan umrah di Pasar Baru Bandung mengeluhkan turunnya omzet penjualan pada musim haji tahun ini. Kondisi tersebut berbeda dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang dinilai jauh lebih ramai.
Salah seorang pedagang pernak-pernik haji dan umrah di Pasar Baru Bandung, Vina, mengaku penurunan penjualan yang terjadi cukup signifikan. Bahkan, omzet yang biasanya meroket saat musim haji kini justru mengalami penurunan hingga sekitar 50 persen.
“Kalau dibandingkan tahun kemarin, penjualan sekarang menurun cukup drastis. Sepi banget, sekitar 50 persen,” ujar Vina saat ditemui di Pasar Baru Bandung.
Baca Juga:Bupati Cecep Ajak Warga Viralkan Truk ODOL, Pemkab Tasikmalaya Perketat Pengawasan Demi Jalan Tahan LamaDiduga Korsleting Listrik, Satu Rumah di Pamijahan Bogor Ludes Terbakar
Menurutnya, pada musim haji tahun lalu, lapaknya hampir tidak pernah sepi pengunjung. Omzet harian yang diperoleh bahkan bisa mencapai Rp25 juta per hari. Namun saat ini, pendapatan yang diperoleh jauh di bawah angka tersebut.
“Biasanya kalau momen seperti ini omzet harian bisa sampai Rp25 juta per hari. Tapi sekarang nyentuh angka Rp10 juta sampai Rp12,5 juta saja sudah syukur. Tahun lalu lapak saya ini nggak pernah sepi pengunjung. Harusnya sekarang sudah ramai, tahun kemarin nggak kosong seperti begini, pasti penuh,” katanya.
Vina menilai menurunnya daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok membuat masyarakat lebih selektif dalam membelanjakan uangnya, termasuk untuk membeli perlengkapan maupun oleh-oleh haji.
“Faktor utamanya memang karena belum ada yang beli saja, situasinya lagi sepi. Sekarang apa-apa mahal, harga kebutuhan pokok naik semua, jadi masyarakat lebih mikir-mikir lagi buat belanja,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menilai belum kembalinya sebagian besar jemaah haji ke Indonesia turut berdampak pada lesunya aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Baru. Menurutnya, perputaran uang dari para jemaah dan keluarga yang berbelanja biasanya mulai terasa setelah kepulangan rombongan haji dari Tanah Suci.
“Jemaah hajinya kan memang belum pada pulang ke tanah air. Jadi toko-toko seperti kita ini mulai kena dampaknya, belum ada perputaran uang dari sana,” ujarnya.