JAKARTA, Holopis.com – PT INTI terancam ditutup pemerintah, menyusul tujuh BUMN ‘sakit’ yang lebih dulu resmi dibubarkan akibat krisis keuangan.
Kabar mengejutkan datang dari dunia BUMN.
PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) disebut berpotensi ditutup pemerintah setelah menghadapi tekanan bisnis serius dalam beberapa tahun terakhir.
Sinyal keras itu disampaikan Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, dalam ajang Jogja Financial Festival 2026 di Yogyakarta.
Pernyataannya langsung memicu perhatian publik karena PT INTI selama ini dikenal sebagai salah satu ikon industri telekomunikasi nasional.
“Kalau di Bandung itu ada PT INTI yang sangat terkenal, sekarang menghadapi persoalan, mungkin akan kita tutup juga,” kata Dony.
– Advertisement –
Pernyataan tersebut sekaligus membuka kembali daftar panjang BUMN “sakit” yang sebelumnya sudah dibubarkan pemerintah akibat persoalan keuangan hingga model bisnis yang tak lagi mampu bertahan.
Pemerintah sendiri kini tengah melakukan konsolidasi besar-besaran lewat Danantara agar perusahaan pelat merah yang sehat bisa menopang BUMN lain yang sedang bermasalah.
Sebelum PT INTI masuk daftar berikutnya, berikut deretan BUMN besar yang sudah lebih dulu tumbang:
1. PT Merpati Nusantara Airlines
Maskapai legendaris ini resmi berhenti beroperasi setelah bertahun-tahun dihantam masalah finansial.
Berdiri sejak 1962, Merpati pernah menjadi andalan penerbangan perintis di Indonesia.
Namun kondisi utang yang membengkak membuat perusahaan dinyatakan pailit pada 2022 sebelum akhirnya dibubarkan pemerintah melalui PP Nomor 8 Tahun 2023.
2. PT Kertas Leces
BUMN produsen kertas yang berdiri sejak 1939 ini pernah berjaya sebagai salah satu pemasok kertas nasional.
Sayangnya, tekanan bisnis dan beban utang membuat perusahaan kolaps.
PT Kertas Leces akhirnya resmi dibubarkan pemerintah setelah lebih dulu dinyatakan pailit.
3. PT Industri Sandang Nusantara (ISN)
Perusahaan tekstil milik negara ini sempat memiliki banyak unit produksi di berbagai daerah Indonesia.
Namun persaingan industri tekstil yang semakin ketat membuat operasional perusahaan berhenti sejak 2018.
Pemerintah akhirnya membubarkan ISN karena dinilai tidak lagi mampu bertahan.
4. PT Istaka Karya
BUMN konstruksi ini dulunya dikenal lewat berbagai proyek infrastruktur nasional.
Tetapi persoalan keuangan membuat perusahaan terus terpuruk hingga akhirnya diputus pailit oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Juli 2022.
Tak lama kemudian, pemerintah resmi menutup perusahaan tersebut.
5. PT Industri Gelas (Iglas)
Perusahaan produsen botol dan kemasan kaca ini sudah berdiri sejak 1956 dan beroperasi di Gresik, Jawa Timur.
Namun tekanan bisnis membuat Iglas berhenti beroperasi sejak 2015.
Pemerintah lalu membubarkan perusahaan melalui PP Nomor 18 Tahun 2023.
6. PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (PANN)
Didirikan pada 1974, PANN awalnya fokus membiayai investasi kapal niaga nasional.
Namun ekspansi bisnis ke luar sektor utama justru menjadi beban besar bagi perusahaan.
Krisis ekonomi 1997 memperparah kondisi hingga akhirnya perusahaan dibubarkan pemerintah.
7. PT Kertas Kraft Aceh (KKA)
Perusahaan kertas yang berdiri sejak 1982 ini pernah menjadi proyek industri besar di Aceh Utara dengan investasi ratusan juta dolar AS.
Meski sempat mendapat suntikan dana negara, operasional perusahaan berhenti sejak 2007.
Pemerintah akhirnya resmi membubarkan KKA melalui PP Nomor 17 Tahun 2023.
Perusahaan ini juga sempat menjadi sorotan karena Presiden ke-7 RI Joko Widodo pernah bekerja di sana pada 1985.
Kini publik menanti nasib PT INTI di tengah agenda restrukturisasi besar-besaran BUMN.
Jika benar ditutup, perusahaan asal Bandung tersebut akan menambah daftar panjang BUMN yang tumbang akibat tekanan bisnis dan perubahan zaman.
Pemerintah menegaskan pembubaran perusahaan negara dilakukan berdasarkan tiga indikator utama, yakni kesehatan keuangan, kontribusi terhadap ekonomi nasional, dan keberlanjutan model bisnis perusahaan.