JAKARTA – Kolaborasi jam Audemars Piguet x Swatch viral, antrean mengular hingga picu kericuhan di toko.
Kolaborasi jam tangan mewah dan fashion antara Swatch dan Audemars Piguet sukses mengguncang dunia horologi setelah koleksi terbaru mereka bertajuk “Royal Pop” resmi dirilis dan langsung viral di berbagai negara.
Peluncuran yang digelar pada 16 Mei 2026 itu memicu antrean panjang di sejumlah kota besar dunia, mulai dari New York, London, Dubai, Mumbai hingga Dallas.
Antusiasme tinggi bahkan membuat situasi di beberapa toko sempat tidak terkendali hingga berujung kericuhan kecil akibat padatnya pengunjung.
Sejak pagi buta, ratusan orang sudah memadati gerai Swatch demi menjadi pemilik pertama koleksi kolaborasi yang disebut-sebut sebagai salah satu rilisan paling hype tahun ini.
Banyak pembeli mengaku rela datang sejak dini hari untuk mengamankan produk tersebut.
– Advertisement –
Namun, tingginya minat membuat sejumlah toko terpaksa menghentikan penjualan sementara demi alasan keamanan.
Pihak Swatch kemudian mengimbau masyarakat untuk tidak datang secara berbondong-bondong ke toko.
“Demi keselamatan pelanggan dan staf, kami meminta masyarakat tidak datang dalam jumlah besar,” tulis Swatch dalam pernyataan resminya di media sosial X.
Sebelum rilis, media sosial dipenuhi rumor dan render AI yang menyebut kolaborasi ini akan menghadirkan versi terjangkau dari Royal Oak, lini ikonik Audemars Piguet yang dikenal dengan harga selangit.
Namun kenyataannya, produk “Royal Pop” hadir dalam bentuk jam saku bergaya pop art dengan sentuhan warna cerah dan desain eksperimental yang terinspirasi dari Royal Oak dan estetika Swatch era 1980-an.
Perbedaan ekspektasi ini membuat reaksi publik terbelah.
Sebagian menyukai desainnya yang unik dan nyentrik, sementara sebagian lain menyebutnya tidak sesuai harapan.
Tak butuh waktu lama, perdebatan pun muncul di media sosial. Sebagian warganet memuji keberanian desainnya, namun sebagian lainnya melabelinya sebagai “Royal Flop” karena dianggap jauh dari ekspektasi awal.
Meski begitu, antusiasme pasar tetap tinggi.
Harga retail sekitar 400 dolar AS atau setara Rp7 jutaan langsung melonjak di pasar resale hanya beberapa jam setelah peluncuran.
Fenomena ini kembali menunjukkan kekuatan strategi peluncuran terbatas, teaser misterius, serta efek FOMO (fear of missing out) yang kuat di kalangan kolektor muda.
Kolaborasi ini juga melanjutkan tren sukses Swatch setelah proyek sebelumnya seperti MoonSwatch bersama Omega dan Scuba Fifty Fathoms dengan Blancpain.
Bagi Audemars Piguet, kolaborasi ini dinilai sebagai langkah berani untuk menjangkau pasar yang lebih luas tanpa meninggalkan identitas desain ikonik mereka.
Hingga kini, koleksi “Royal Pop” masih menjadi buruan kolektor di berbagai negara, sementara perdebatan soal desainnya terus ramai diperbincangkan di dunia maya.