
JABAR EKSPRES – Seorang lansia bernama Pahroni Bin Muslim (69) warga kampung Boosole 02 RW 04, Desa Cikalong, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, yang hanyut terseret arus sungai Ciwulan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Pahroni, lansia berprofesi buruh harian lepas itu dinyatakan hilang terseret arus sungai Ciwulan pada Selasa (12/5/2026) pagi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, Kamis (14/5) menuturkan, kronologis kejadian bermuala saat hari Selasa sekira pukul 08.00 WIB, salah seorang saksi bernama Hamid Bin Sapri (74) sedang bekerja di kebun miliknya yang berada di bantaran Sungai Ciwulan, tepatnya di Kampung Borosole RT 02 RW 04 Desa Cikalong Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, saksi mendengar seseorang berteriak dari arah sungai.
Baca Juga:Kawasan Puncak Bogor Dipadati 21 Ribu Kendaraan, Polisi Berlakukan One Way Arah JakartaLibur Panjang Isa Almasih, Jalur Wisata Puncak Bogor Diserbu 10 Ribu Kendaraan
Hamid, sebut Roni, kemudian mendekati sumber suara dan melihat seseorang yang mengenakan topi berwarna putih dalam keadaan terseret arus sungai. Namun, saksi hanya dapat melihat bagian kening dan topi yang dikenakan korban, sehingga tidak mengetahui secara pasti identitas orang tersebut.
Karena saksi tidak dapat berenang dan kondisi debit air sungai saat itu sedang tinggi, saksi tidak dapat memberikan pertolongan kepada korban yang berada sekitar 5 meter dari tepi sungai.
Selanjutnya, Hamid mencari warga lain di sekitar lokasi dan kemudian bertemu dengan saksi lain bernama Sobar.
Keduanya kemudian mendatangi lokasi terakhir korban terlihat, lalu melakukan penyisiran di area kebun sekitar bantaran sungai hingga ke pemukiman warga guna mengetahui identitas korban.
Dari hasil penelusuran tersebut diketahui bahwa korban adalah saudara Pahroni Bin Muslim yang merupakan adik kandung dari Saksi Saudara Sobar Bin Muslim.
Dari berbagai keterangan yang berhasil dihimpun, Pahroni diduga hanyut saat mecoba berenang untuk mengambil buah kelapa yang jatuh ke sungai. Ia mencari buah kelapa untuk menambah penghasilan. Namun nahas, ia tak mampu menaklukan derasnya arus sungai kala itu hingga tenggelam dan terbawa hanyut.
Sejak dinyatakan hilang, Tim SAR gabungan terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Tagana serta relawan dan masyarakat setempat melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai.
Baca Juga:Pikap Tabrak Dua Motor di Tanjakan Selarong Puncak Bogor, Satu Pengendara Luka BeratNiat Antar Paket, Kurir di Cibinong Bogor Malah Temukan Mayat Membusuk dalam Kontrakan
Namun, intensentis hujan tinggi di wilayah hulu menyebabkan debit air sungai meningkat, arus air menjadi deras dan keruh sehingga menyulitkan proses pencarian. Proses pencarian Pahroni di hari pertama pun tak menuai hasil.