Hadiri May Day 2026, Dedie Rachim Kelakar Jabatan Wali Kota Mirip Pekerja Outsourcing hingga Gaji di Bawah UMK – jabarekspres.com

Hadiri May Day 2026, Dedie Rachim Kelakar Jabatan Wali Kota Mirip Pekerja Outsourcing hingga Gaji di Bawah UMK – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim berkelakar menyebut jabatan wali kota mirip pekerja outsourcing karena tidak berstatus tetap dan memiliki masa jabatan terbatas lima tahunan, saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kota Bogor.

Hal itu disampaikan Dedie di hadapan para buruh dan serikat pekerja ketika membahas perjuangan para pekerja dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Bapak Ibu, tidak usah sedih ya, Bapak Ibu tuh sama dengan saya. Bapak masih mending statusnya bisa jadi pekerja tetap, kalau Wali Kota mah outsourcing, Bapak Ibu. Faktanya, Wali Kota itu outsourcing, setelah mau menjabat butuh berjuang, cari duit, cari pendukung, cari partai, tidak tetap jabatannya,” ujar Dedie di kawasan Bogor Utara, Rabu (13/5/2026).

Baca Juga:Ratusan Buruh Kota Bogor Bertolak ke Monas Jakarta Peringati May Day 2026 ‎Jelang Aksi Mayday 2026, Buruh di Jabar Diminta Waspada Penyusup hingga Provokasi Anarkis

Menurut Dedie, untuk bisa menjabat sebagai wali kota juga harus melalui perjuangan dan proses politik yang panjang, sama seperti pekerja atau buruh yang harus melewati proses rekrutmen saat mendaftar sebelum bekerja.

Ia bahkan menyebut gaji Wali Kota Bogor lebih kecil dibanding Upah Minimum Kota (UMK) Bogor tahun 2026 yang telah ditetapkan sebesar Rp5,4 juta.

“Tahu tidak gaji wali kota? Wali Kota Bogor gajinya Rp4,6 juta, lebih kecil dari UMK Bogor,” katanya.

Meski demikian, Dedie menilai baik pekerja maupun kepala daerah sama-sama harus berjuang menghadapi tantangan hidup dan ekonomi masing-masing.

Menurutnya, para pekerja atau buruh merupakan pejuang keluarga yang setiap hari menghadapi berbagai risiko pekerjaan sejak subuh hingga malam hari demi memenuhi kebutuhan hidup.

“Artinya memang kita semua ini harus berjuang, kepanasan, kehujanan, menghadapi berbagai risiko. Paling tidak, Bapak Ibu adalah pejuang keluarga,” tuturnya.

Karena itu, Dedie menilai diperlukan hubungan yang baik antara pemerintah, pekerja, dan pemberi kerja agar kondisi ketenagakerjaan tetap kondusif serta kesejahteraan para buruh dapat terjaga.

Baca Juga:Mayday, Ono Surono Dorong Perusahaan Ciptakan Lingkungan Kerja Aman dan SehatBogor Mods Mayday Satukan 1500 Pecinta Vespa

Ia menekankan, stabilitas dan komunikasi yang baik antarunsur menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan dunia usaha maupun kondisi kerja yang sehat di Kota Bogor.

Menurut Dedie, stabilitas lingkungan kerja menjadi hal yang paling dibutuhkan saat ini agar para pekerja dapat bekerja dengan nyaman, sementara pelaku usaha juga bisa menjalankan usahanya dengan baik.

Leave a Comment