Detik-detik Mentan Amran Dicecar Mahasiswa Soal Beras Mahal, Langsung Bongkar Data Detail

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Mentan Amran langsung buka Excel dan hitung pendapatan petani saat dicecar mahasiswa soal beras mahal dan dugaan permainan mafia pangan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendadak jadi sorotan usai video dirinya “dicecar” mahasiswa soal mahalnya Beras dan nasib petani viral di media sosial.

Bukannya menghindar, Amran justru langsung meminta anak buahnya membuka Microsoft Excel di depan forum untuk menghitung langsung kondisi ekonomi petani secara detail.

Momen itu terjadi dalam sebuah diskusi yang videonya diunggah Kementerian Pertanian pada Selasa (12/5/2026).

– Advertisement –

Dalam suasana serius namun penuh tekanan, Amran tampak emosional saat membahas isu harga beras yang disebut mahal oleh sebagian pihak.

“Buka Excel sekarang. Supaya kita hitung sama-sama,” kata Amran di depan mahasiswa.

Pernyataan itu langsung memancing perhatian peserta forum.

Di layar proyektor, Amran mulai membeberkan simulasi pendapatan petani berdasarkan produksi gabah dan harga jual beras saat ini.

Menurut Amran, persoalan pangan tidak bisa dibahas hanya memakai perasaan atau opini semata.

Ia meminta semua pihak melihat data secara utuh, mulai dari biaya produksi hingga konsumsi rumah tangga petani.

Dalam hitung-hitungan yang ia paparkan, Amran menyebut petani dengan produksi sekitar 5,5 ton gabah masih bisa memperoleh pendapatan yang layak jika tata niaga berjalan sehat dan tidak dimainkan tengkulak.

“Supaya jangan pakai rasa. Kita hitung datanya,” tegasnya.

Amran kemudian membandingkan pengeluaran masyarakat untuk membeli beras dengan konsumsi rokok harian.

Menurutnya, banyak pihak ribut soal harga beras, tetapi diam terhadap tingginya konsumsi rokok yang justru lebih mahal.

“Satu keluarga makan beras bisa dua hari. Tapi rokok Rp40 ribu sehari enggak dipersoalkan,” ujar Amran.

Pernyataan itu langsung memancing riuh forum.

Sejumlah mahasiswa terlihat tersenyum, sementara lainnya serius menyimak perhitungan yang dipaparkan sang menteri.

Tak berhenti di situ, Amran juga melontarkan tudingan keras soal isu beras mahal yang belakangan ramai dibahas.

Ia menyebut ada “mafia” yang bermain di balik distribusi pangan nasional.

“Sampaikan ke rakyat Indonesia, itu mafia yang bilang beras mahal,” katanya lantang.

Menurut Amran, masalah utama bukan pada produksi beras nasional, melainkan rantai distribusi yang terlalu panjang.

Ia menjelaskan ada banyak mata rantai mulai dari petani, pedagang, distributor hingga pihak lain yang mengambil keuntungan besar di belakang layar.

“Yang tidak kelihatan itu mafia. Dia di belakang bayang-bayang,” ucapnya.

Amran mengatakan pemerintah saat ini sedang fokus membenahi tata niaga pangan agar keuntungan lebih besar bisa kembali ke petani.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat koperasi dan memperbesar serapan gabah petani.

Ia juga menyinggung soal keuntungan besar dari distribusi pangan nasional yang nilainya disebut mencapai ratusan triliun rupiah.

Menurutnya, keuntungan itu seharusnya lebih banyak dinikmati petani, bukan hanya para perantara.

Dalam forum tersebut, Amran juga memamerkan capaian sektor pangan Indonesia.

Ia mengklaim stok beras nasional kini sudah menembus lebih dari 5 juta ton, angka yang disebut sebagai tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Selain stok beras, pemerintah juga mengklaim berhasil menjaga stabilitas pupuk subsidi di tengah tekanan geopolitik global.

Bahkan, harga pupuk subsidi disebut turun hingga 20 persen.

“Petani sekarang harus dibantu. Pupuk kita turunkan supaya mereka kuat,” katanya.

Amran menegaskan pemerintah sedang menjaga keseimbangan agar harga beras tetap menguntungkan petani tetapi tidak memberatkan masyarakat.

Ia menyebut Harga Eceran Tertinggi (HET) beras saat ini masih dalam batas wajar.

“Kalau beras Rp14 ribu itu tidak mahal,” ujarnya.

Video perdebatan antara Amran dan mahasiswa itu langsung ramai diperbincangkan warganet.

Banyak yang menilai gaya komunikasi Amran berbeda karena memilih membalas kritik dengan membuka data langsung di depan publik.

Sebagian netizen mendukung langkah tersebut karena dianggap transparan dan berbasis angka.

Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan validitas simulasi hitungan yang digunakan dalam forum itu.

Meski menuai pro dan kontra, momen saat Amran mendadak meminta Excel dibuka di tengah forum sukses menjadi perhatian publik.

Potongan videonya bahkan tersebar luas di berbagai platform media sosial dan menuai ribuan komentar.

– Advertisement –

Leave a Comment