HOLOPIS.COM, JAKARTA – SMAN 1 Pontianak angkat suara soal LCC MPR Kalbar, ungkap 4 temuan mengejutkan terkait dugaan ketidakadilan dan minta klarifikasi resmi.
Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat kian melebar.
SMAN 1 Pontianak resmi angkat suara dan mendesak klarifikasi setelah merasa ada ketidakadilan dalam proses penilaian yang viral di media sosial.
Pihak sekolah menyampaikan keberatan melalui akun resmi mereka, usai salah satu siswi, Josepha Alexandra, dinilai mendapat pengurangan nilai meski dianggap menjawab benar.
– Advertisement –
Di saat yang sama, jawaban serupa dari sekolah lain justru diberi nilai penuh oleh dewan juri.
Situasi ini memicu sorotan publik dan membuat SMAN 1 Pontianak merinci sedikitnya empat temuan yang dianggap janggal dalam pelaksanaan lomba tersebut.
1. Jawaban Sama, Nilai Berbeda
Temuan pertama, SMAN 1 Pontianak menyoroti adanya kesamaan substansi jawaban antara tim mereka dan SMAN 1 Sambas.
Namun, hanya satu pihak yang dinyatakan benar oleh juri tanpa penjelasan transparan.
Kondisi ini dinilai menimbulkan tanda tanya besar terkait objektivitas penilaian.
2. Dugaan Kurang Fokus dan Relasi Kuasa
Temuan kedua yang tak kalah mencuri perhatian adalah dugaan kurang fokusnya dewan juri dalam beberapa momen penilaian.
Bahkan, pihak sekolah menyebut adanya indikasi relasi kuasa yang memengaruhi jalannya lomba.
Menurut mereka, proses klarifikasi tidak dilakukan secara memadai sebelum keputusan diambil, sehingga memunculkan kesan tidak proporsional.
3. Artikulasi Jawaban Dinilai Jelas
SMAN 1 Pontianak juga menegaskan bahwa jawaban siswanya disampaikan dengan artikulasi yang jelas dan tegas.
Karena itu, mereka menilai seharusnya tidak ada pengurangan nilai dalam jawaban tersebut.
Poin ini menjadi salah satu dasar utama keberatan pihak sekolah terhadap keputusan juri.
4. Desakan Klarifikasi Resmi
Temuan terakhir, SMAN 1 Pontianak secara resmi meminta pihak penyelenggara LCC MPR RI memberikan penjelasan terbuka terkait dasar penilaian juri.
Mereka juga mendesak adanya evaluasi menyeluruh demi menjaga integritas serta kredibilitas ajang LCC 4 Pilar ke depan.
Kasus ini langsung ramai diperbincangkan di media sosial.
Banyak warganet ikut mempertanyakan konsistensi penilaian juri dan meminta adanya peninjauan ulang, termasuk pemutaran rekaman lomba sebagai bahan evaluasi.
Hingga kini, pihak penyelenggara LCC MPR RI belum memberikan klarifikasi resmi tambahan terkait polemik yang terus bergulir tersebut.
Publik pun masih menunggu jawaban atas kontroversi yang dinilai mencoreng sportivitas kompetisi pendidikan ini.
– Advertisement –