HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan para pembantunya untuk segera merevitalisasi puluhan ribu sekolah di Indonesia pada tahun ini.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengungkapkan bahwa pemerintah sudah menyiapkan dana khusus untuk merevitalisasi sekolah-sekolah di Indonesia.
Hal itu disampaikan Dudung saat meninjau sekolah hasil revitalisasi di Jakarta pada Selasa (12/5).
“Nanti ke depan sekarang ini tahun 2026 ini sudah 71 ribu sekolah yang akan dibangun. Dan baru 11 ribu sekolah anggarannya ada yang sudah siap, dan yang sisanya berarti nanti akan di-ABT-kan (anggaran belanja tambahan),” kata Dudung dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com.
– Advertisement –
Dudung menjelaskan, anggaran tersebut berasal dari berbagai sumber. Dimana salah satunya adalah dari sitaan aset para koruptor yang telah disita negara.
“Ini insyaallah mudah-mudahan, dan ini anggaran tuh anggaran dari Bapak Presiden dari efisiensi, kemudian dari sitaan-sitaan orang koruptor-koruptor yang akhirnya bermanfaat untuk anak-anak kelas, anak-anak sekolah kita,” ucapnya.
Selain itu, Dudung juga mengklaim 9.000 madrasah akan ikut direvitalisasi tahun ini. Dia mengatakan ada 2.120 madrasah yang telah direvitalisasi pada 2025.
“Untuk madrasah, ini tahun 2025 ini direvitalisasi 2.120 tahun 2025. Dan 2026, 9.000 yang akan direvitalisasi,” tukasnya.
Dudung mengungkapkan keinginan Prabowo agar para siswa belajar di kelas yang nyaman. Prabowo juga disebutnya ingin sekolah-sekolah memiliki toilet yang bagus.
“Jadi Bapak Presiden Prabowo ingin anak-anak Indonesia ini belajar di ruang kelas yang aman, yang nyaman. Ini ber-AC, coba bayangkan. Tidak ada sekolah lagi yang bocor, kemudian sanitasinya juga saya lihat WC-nya ya, toiletnya juga sangat bagus,” ujarnya.
Dudung memastikan revitalisasi sekolah akan berlangsung secara transparan. Dia menyebut sejumlah lembaga terkait akan mengaudit pembangunan.
“Ya akan ada pengecekan, kita pun langsung pengecekan juga. Jadi kita audit secara total juga baik dari Muhammadiyah ada, dari kementerian ada, dari BPKP juga ada,” tutupnya.
– Advertisement –