
JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau tahun 2026. Kemarau tahun ini diprediksi akan terjadi lebih panas dan lebih kering serta berlangsung cukup lama, kini populer dengan istilah El Nino Godzilla.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya memprediksi jika fenomena El Nino terjadi, ada 6 Kecamatan yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi terhadap kekeringan ekstrem tersebut. Tiga kecamatan berada di wilayah pesisir dan tiga kecamatan lainnya dengan karakteristik wilayah pegunungan.
“Jika fenomena El Nino Godzilla terjadi, setidaknya ada enam kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya memilki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap kekeringan ekstrim,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, saat dikonfirmasi Senin (11/5/2026).
Baca Juga:Truk Tangki Air Tabrak 4 Kendaraan di Sentul Bogor, 1 Orang Tewas dan 1 Luka BeratViral Video Nyaris Bentrok Jakmania-Bobotoh di Parung, Polisi Ungkap Pemicu
6 Kecamatan yang rawan kekeringan ekstrim tersebut antara lain Kecamatan Cipatujah, Cikalong dan Kecamatan Karangnunggal. Secara geografis, ketiga kecamatan tersebut merupakan dataran rendah dan masuk wilayah pesisir pantai selatan Tasikmalaya. Sedangkan tiga Kecamatan lainnya adalah Kecamatan Salawu, Taraju, dan Kecamatan Cigalongang. Tiga Kecamatan tersebut berada di daerah dataran tinggi bahkan pegunungan.
“Enam kecamatan tersebut merupakan daerah-daerah langganan kekeringan di musim kemarau sebelumnya. Apalagi jika predisi fenomena (El Nino Godzilla) itu terjadi di tahun ini, maka tentu daerah-daerah di kecamatan tersebut jadi perhatian kita,” jelasnya.
Roni juga menyebut, tingginya potensi kekeringan di tiga kecamatan wilayah dataran tinggi disebabkan beberapa faktor, antara lain semakin langkanya pohon-pohon besar yang mampu menyerap air dengan kapasitas besar saat musim penghujan. Sehingga, kata dia, untuk jangka panjang perlu digalakkan program penanaman pohon secara masif.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Tasikmalaya dan pihak terkait akan segera menginventarisir sumur-sumur air bawah tanah di daerah tersebut, tujuannya agar disaat musim kemarau tiba sumur-sumur tersebut dapat berfungsi.
“Langkah segera yang akan dilakukan adalah melakukan pendataan terhadap sumur-sumur air bawah tanah yang pernah di bangun oleh pemerintah di daerah-daerah rawan kekeringan tersebut. Akan kita cek kondisinya saat ini seperti apa. Jika tidak berfungsi, maka segera lakukan revitalisasi agar berfungsi kembali, sehingga saat musim kemarau dapat dimanfaatkan,” tegasnya.