Viral! Guru BK SMAN 4 Cibinong Kini Dinonaktifkan usai Diduga Lecehkan Siswi saat Konseling – jabarekspres.com

Kabupaten Bogor, Jabar Ekspres – Dugaan tindak kekerasan seksual seorang guru Bimbingan Konseling (BK) di SMAN 4 Cibinong, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan publik usai ramai diperbincangkan di media sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, dugaan perbuatan tidak pantas itu bermula ketika korban mengikuti sesi bimbingan konseling bersama oknum guru BK tersebut.

Setelah jam pelajaran selesai, korban diduga kembali diminta menemui terduga pelaku di ruang kelas yang sudah dalam kondisi sepi.

Pada awal pertemuan, suasana disebut layaknya sesi curhat biasa.

Baca Juga:Prediksi Dampak El Nino Godzilla, 6 Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya Rawan Kekeringan EkstremTruk Tangki Air Tabrak 4 Kendaraan di Sentul Bogor, 1 Orang Tewas dan 1 Luka Berat

Akan tetapi, situasi berubah ketika oknum guru tersebut meminta izin untuk melakukan kontak fisik terhadap korban.

Selain itu, terduga pelaku juga diduga meminta foto pribadi atau PAP korban saat berkomunikai melalui aplikasi WhatsApp.

Kasus ini semakin menjadi perhatian publik setelah muncul informasi adanya dugaan korban lain yang mengalami perlakuan serupa dari oknum guru tersebut.

Menanggapi polemik ini, Humas SMAN 4 Cibinong, Yanti Widianti mengatakan, laporan dugaan tindakan tak pantas tersebut pertama kali diterima sekolah dari orang tua korban pada Rabu (6/5/26) lalu.

Kata dia, sekolah langsung berkoordinasi dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah I Jawa Barat setelah menerima laporan tersebut.

“Yang bersangkutan sudah kita proses sebagaimana mestinya, sudah dinonaktifkan. Kebijakan itu dari KCD dan pihak sekolah,” ujarnya saat disambangi Jabar Ekspres pada Senin (11/5/26).

Ia menegaskan, saat ini terduga pelaku sudah tidak diperbolehkan menjalankan aktivitas apa pun di lingkungan sekolah.

Baca Juga:Viral Video Nyaris Bentrok Jakmania-Bobotoh di Parung, Polisi Ungkap PemicuKebijakan WFH ASN Bawa Efisiensi Energi 44 Persen di Kabupaten Bogor

Meski begitu, hingga kini belum ada laporan resmi ke pihak kepolisian.

Yanti menyebut sekolah masih fokus melakukan koordinasi internal dengan KCD terkait penanganan kasus tersebut.

Pihak sekolah juga mengaku terus melakukan pendampingan terhadap korban agar kondisi mental dan semangat belajarnya tetap terjaga.

“Kita juga tetap menjaga mental korban agar tetap semangat dalam belajar,” katanya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak korban yang telaj dihubungi belum memberikan tanggapan terkait dugaan kasus tersebut. (Dzihar)

Leave a Comment