
JABAR EKSPRES – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M, penggunaan kantung plastik untuk pembagian daging qurban diharapkan dapat menggunakan bahan lain yang ramah lingkungan.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengatakan, imbauan bagi masyarakat yang nanti melaksanakan penyembelihan hewan qurban, supaya tidak menggunakan kantung plastik.
“Yang jelas kita sudah menginstruksikan supaya untuk qurban nanti, menghindari penggunaan plastik,” katanya saat ditemui Jabar Ekspres di Desa Cimanggung, Kecamatan Cimanggung pada Kamis (7/5/2026).
Baca Juga:Dispangtan Cimahi Siapkan 3.600 Kalung Sehat untuk Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2026DKPP Kota Bandung Perkuat Persiapan Iduladha 2026, Fokus pada Pelatihan dan Kesehatan Hewan Kurban
Dony menerangkan, penggunaan kantong plastik pada pelaksanaan qurban dikhawatirkan dapat berdampak, terhadap tingginya timbulan sampah yang kategorinya susah terurai.
Bupati Sumedang pun menyarankan, supaya para panitia qurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M mendatang, bisa mensiasati alias mengganti kantung plastik dengan bahan yang ramah lingkungan.
“Jangan pakai kantung plastik karena susah terurai. Bisa oleh poksang, daun atau kayu bambu untuk alternatifnya,” tukas Dony.
Sementara itu, Koordinator Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Pusat, Dedi Kurniawan menyampaikan, agar pihak pemerintah dapat memberikan imbauan untuk penggunaan bahan ramah lingkungan.
“Kami mendesak Pemprov, Pemkot dan Pemkab keluarkan surat imbauan qurban tanpa plastik,” bebernya.
Dedi menerangkan, momentum Idul Adha dalam Syariat Islam ditandai dengan penyembelihan hewan qurban. Pada proses tersebut, dinilai penting bagi seluruh pihak termasuk masyarakat untuk ingat akan lingkungan.
“Apalagi di situasi saat ini, dimana sampah di Jawa Barat masih menggunakan 100 persen kemasan plastik, di saat pemerintah menggembor-gemborkan pengurangan sampah plastik yang susah diurai, terlebih mahalnya dan jarangnya plastik saat ini,” terangnya.
Baca Juga:Tangis Haru Valentina dan Kisah Kebermanfaatan Program Sekolah Kemitraan Pemprov JatengHRTA Tancap Gas di Awal 2026, Pendapatan Melonjak Hampir 200 Persen
Dedi mengungkapkan, 7 tahun kampanye FK3I bersama Tim Kurban Asik Tanpa Plastik dengan skema kemasan besek bambu, daun tisuk.
“Atau pihak panitia qurban mewajibkan warga yang mendapat bagian, membawa wadah masing-masing dari rumah melalui RT dan RW,” ungkapnya.
Dedi menyebutkan, FK3I dalam hal ini nendorong pihak pemerintah dapat mengimbau para panitia supaya dapat menggunakan wadah ramah lingkungan.
“Minimal setengah dari kemasan dikurangi dengan cara mengemas secara ramah lingkungan melakukan proses penyembelihan tanpa merusak lingkungan lokasi penyembelihan,” imbuhnya.