HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memunculkan tanda tanya besar. Sebuah pesawat pengisian bahan bakar militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengalami situasi darurat saat menjalankan misi di udara.
Pesawat jenis Boeing KC-135 Stratotanker mengeluarkan sinyal bahaya “7700”, kode internasional yang menandakan kondisi darurat serius dalam penerbangan. Pesawat boeing itu ibarat tanker yang berfungsi sebagai stasiun pengisian bahan bakar terbang untuk pesawat militer AS.
“Mengeluarkan sinyal bahaya ‘7700’, menyatakan keadaan darurat dalam penerbangan saat terbang di atas Teluk Persia di lepas pantai Iran di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, menurut data Flightradar24,” demikian laporan yang dikutip dari ND TV, pada Rabu, (6/5/2026).
Pesawat tersebut diketahui lepas landas dari Al Dhafra Air Base di Uni Emirat Arab (UEA) sebelum akhirnya hilang dari sistem pelacakan saat melintas di atas Qatar.
– Advertisement –
Pesawat tanker ini bukan penerbangan biasa. Ia beroperasi sebagai ‘SPBU terbang’ yang menopang operasi militer udara AS di kawasan konflik.
“Pesawat tersebut dilaporkan beroperasi di atas Timur Tengah untuk mendukung operasi militer yang sedang berlangsung,” lanjut ulasan itu.
Data dari Flightradar24 menunjukkan pesawat sempat berputar di udara dalam pola melingkar, sebelum akhirnya turun. Gambaran itu memperlihatkan indikasi adanya gangguan serius yang memaksa pilot mengambil langkah darurat.
“Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat tersebut terbang dalam pola melingkar di udara untuk sementara waktu, sebelum mulai turun untuk mendarat”.
Hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut masih belum jelas. Tak ada konfirmasi resmi apakah keadaan darurat dipicu oleh masalah teknis, gangguan sistem, atau faktor lain di tengah situasi geopolitik yang memanas.
“Penyebab pasti keadaan darurat tersebut masih belum jelas, dan belum ada konfirmasi resmi yang menghubungkan insiden tersebut dengan tindakan permusuhan,”
Di sisi lain, media Iran Fars News Agency turut melaporkan hilangnya pesawat tersebut berdasarkan data pelacakan penerbangan.
“Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan hilangnya pesawat tersebut, mengutip data dari Flightradar24,” tulis Fars News Agency.
Namun hingga saat ini, tidak ada pernyataan dari Iran yang diduga menunjukkan keterlibatan dalam insiden tersebut.
– Advertisement –