Geger! Ade Armando Pilih Angkat Kaki dari PSI: Demi Kebaikan Bersama

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Keputusan mengejutkan datang dari Ade Armando yang menyatakan mengundurkan diri dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Langkah ini diambil karena sebagai upaya meredam tekanan yang dinilai mulai berdampak langsung pada partai.

Pengunduran diri tersebut diumumkan langsung di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat. Ade menegaskan bahwa tidak ada konflik internal. Namun, ia mengakui situasi eksternal membuat posisinya menjadi beban bagi partai.

“Melalui konferensi pers ini, saya menyatakan mengundurkan diri dari PSI, ya. Tidak ada konflik antara saya dengan PSI, tapi saya mundur menurut saya demi kebaikan bersama,” kata Ade Armando dikutip pada Rabu, (6/5/2026).

Keputusan ini tak lepas dari tekanan yang datang dari berbagai pihak. Ade mengungkap adanya komunikasi yang ditujukan kepada pimpinan PSI yang secara terang-terangan menolak mendukung partai selama dirinya masih menjadi bagian di dalamnya.

– Advertisement –

Dia mengutip omongan Ketua Harian PSI Ahmad Ali. Menurutnya, banyak yang kirim pesan ke Ahmad Ali bahwa selama dirinya di PSI maka tak akan ada dukungan ke partai berlogo gajah itu.

“Ini bukan Pak Ali ngadu ya, tapi kita baca sama-sama surat-suratnya yang mengatakan bahwa, ‘Nggak bisa nih selama Ade Armando masih ada di sana, kita nggak akan dukung PSI’,” kata Ade.

Pun, Ade sebelumnya juga dilaporkan ke polisi oleh puluhan organisasi masyarakat. Ade menyebut setidaknya ada 40 kelompok, termasuk yang dikaitkan dengan tokoh nasional Din Syamsuddin, yang melaporkannya terkait dugaan pemotongan ceramah Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, Jusuf Kalla alias JK.

“Ada 40 organisasi Islam atau tokoh di bawah Pak Din Syamsuddin kalau nggak salah, itu datang ke polisi dan melaporkan saya. Kemudian ada yang dari Ambon, kemudian ada lagi satu lagi sekumpulan organisasi apa. Dan di medsos itu luar biasa serangannya,” lanjut JK.

Menurut Ade, serangan di media sosial itu luar biasa juga ke PSI. Dia tak ingin PSI dilibatkan.

“Serangannya itu bukan hanya ke saya. Buat saya untuk pertama kalinya serangannya diarahkan kepada PSI,” kata eks dosen Universitas Indonesia (UI) itu.

Ade menilai serangan yang terjadi tidak lagi bersifat personal, melainkan sudah menyasar PSI sebagai institusi politik. Ia bahkan mencurigai adanya upaya sistematis untuk menjatuhkan dirinya sekaligus partai.

“Saya menangkap bahwa memang ada upaya sengaja nih beramai-ramai ingin menghabisi saya dan kemudian menghabisi PSI,” katanya.

Meski menghadapi tekanan hukum dan sosial, Ade tetap bersikukuh tidak merasa bersalah atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia juga pesimistis laporan terhadap dirinya akan dicabut.

“Saya yakin juga laporan terhadap saya juga tidak akan dicabut nih, akan terus. Tapi saya merasa nggak bersalah, kok,” ujar Ade.

Dia bilang dirinya tak pernah mengadu domba ataupun melakukan provokasi.

“Saya tidak pernah mengadu domba, memprovokasi, menghasut siapa pun, bahkan untuk membenci JK nggak pernah,” katanya.

– Advertisement –

Leave a Comment