Kasus Dokter Internship Unsri Viral, Dugaan Beban Kerja Tak Manusiawi hingga Perundungan

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kasus meninggalnya dokter internship asal Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri), dr Myta Aprilia Azmy, menjadi sorotan publik setelah beredar surat resmi dari Ikatan Alumni FK Unsri yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan RI. Surat tersebut memuat kronologi serta sejumlah dugaan pelanggaran serius selama almarhumah menjalani masa internship di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal.

Dalam pernyataan yang viral di media sosial, disebutkan bahwa dr Myta diduga mengalami beban kerja yang tidak manusiawi, bahkan tetap dipaksa menjalani tugas saat dalam kondisi sakit. Selain itu, terdapat dugaan perundungan secara verbal yang turut memperburuk kondisi fisik dan mental almarhumah.

– Advertisement –

Surat dari Ikatan Alumni FK Unsri itu juga mengungkap hasil investigasi internal yang menemukan sejumlah hal mengkhawatirkan. Di antaranya adalah dugaan pelanggaran jam kerja, kurangnya supervisi, hingga indikasi kelalaian dalam penanganan kondisi kesehatan dr Myta.

Dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa dr Myta telah melaporkan gejala sakit sejak Maret 2026. Namun, ia tetap dijadwalkan untuk menjalani jaga malam meski mengalami sesak napas dan demam tinggi. Bahkan disebutkan bahwa saturasi oksigennya sempat mencapai angka 80 persen sebelum akhirnya mendapatkan penanganan.

– Advertisement –

Selain itu, terdapat dugaan kekosongan stok obat di rumah sakit, yang membuat pasien, termasuk tenaga kesehatan, harus mencari obat secara mandiri di luar fasilitas. Tidak hanya itu, juga muncul dugaan adanya tekanan untuk menutupi kondisi yang terjadi, termasuk narasi yang menyudutkan dokter internship.

Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, Azhar Jaya, mengaku telah menerima informasi terkait kasus tersebut.

Ia menyebut bahwa dr Myta sebelumnya memang dalam kondisi sakit dan sempat mendapatkan perawatan sebelum akhirnya meninggal dunia.

“Pasien sebelumnya sudah dirawat tapi kondisi memburuk dan akhirnya meninggal,” ujarnya saat dikonfirmasi, dikutip Holopis.com, Jumat (1/5).

Terkait dugaan perundungan dan beban kerja yang tidak wajar, Azhar menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman.

“(Soal kabar bullying) ini kita baru dengar, kita dalami dulu, jika terbukti benar, maka kami tutup. Tapi soal sanksi kepada individunya, ya masuk ke Majelis Disiplin Profesi (MDP), jika memang ada indikasi ke sana,” lanjutnya.

Sementara itu, Ikatan Alumni FK Unsri dalam suratnya menegaskan akan mengawal penuh kasus ini hingga tuntas. Mereka juga mendesak dilakukannya audit menyeluruh terhadap RSUD K.H. Daud Arif sebagai lokasi penugasan internship.

Selain audit, mereka juga meminta adanya perlindungan bagi dokter internship lain agar tidak mengalami tekanan serupa, serta membuka kemungkinan langkah hukum jika ditemukan unsur pidana dalam kasus ini.

– Advertisement –

Leave a Comment