Langkah Sunyi TNI AL: Diplomasi Laut Menguat Lewat KRI Bima Suci

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kedatangan KRI Bima Suci di Dermaga Changi Naval Base, Singapura, bukan hanya bagian dari pelayaran rutin taruna TNI Angkatan Laut. Di balik layar, langkah ini mencerminkan strategi diplomasi maritim Indonesia yang terus diperkuat di tengah dinamika kawasan.

Kapal layar latih kebanggaan TNI AL itu melanjutkan etape Satgas Muhibah Diplomasi Duta Bangsa dan Latihan Praktek Kartika Jala Krida (KJK) 2026. Namun, lebih dari sekadar latihan, pelayaran ini jadi simbol kehadiran Indonesia dalam menjaga hubungan strategis, khususnya dengan Singapura sebagai mitra penting di kawasan.

– Advertisement –

Dari keterangan Dinas Penerangan TNI AL, kedatangan KRI Bima Suci disambut sejumlah pejabat penting. Mulai dari perwakilan Kedutaan Besar RI hingga jajaran militer Indonesia dan Republic of Singapore Navy (RSN). Kehadiran mereka menegaskan bahwa kunjungan ini memiliki bobot diplomatik yang tidak kecil.

Komandan KRI Bima Suci, Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto, menjelaskan misi ini membawa peran ganda yakni latihan sekaligus diplomasi.

– Advertisement –

“Kunjungan ke Singapura merupakan bagian penting dari misi diplomasi TNI Angkatan Laut melalui jalur pelayaran,” kata Letkol Sugeng dalam keterangan Dinas Penerangan TNI AL dikutip pada Jumat, (1/5/2026).

Ia menambahkan, interaksi langsung dengan negara sahabat menjadi sarana penting bagi para taruna untuk memahami realitas kerja sama internasional.

“Selain mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Singapura, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi para Taruna dalam memahami dinamika kerja sama maritim dan hubungan antarnegara,” jelas Letkol Sugeng.

Selama berada di Singapura, Satgas KJK 2026 dijadwalkan menjalankan berbagai agenda diplomasi, mulai dari pertukaran budaya hingga interaksi militer. Aktivitas ini tak hanya memperkenalkan Indonesia. Tapi, juga memperkuat kepercayaan antarnegara di sektor maritim.

Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan TNI AL yang kini semakin menekankan pentingnya pendekatan non-tempur dalam menjaga kepentingan nasional.

Program tersebut merupakan implementasi prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, yang menempatkan diplomasi angkatan laut sebagai instrumen strategis Indonesia di panggung global.

Tak kalah penting, pelayaran ini juga menjadi ajang pembentukan karakter dan wawasan global bagi Taruna Akademi Angkatan Laut Angkatan ke-73. Mereka tidak hanya belajar navigasi dan operasi laut, tetapi juga membawa identitas Indonesia di hadapan dunia.

KRI Bima Suci pun menjalankan peran simbolik sekaligus strategis: sebagai kapal latih dan duta bangsa.

“Melalui pelayaran ini, KRI Bima Suci diharapkan tidak hanya menjadi sarana latihan bagi Taruna AAL, tetapi juga sebagai duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia di dunia internasional,” demikian keterangan Dinas Penerangan TNI AL.

– Advertisement –

Leave a Comment