
JABAR EKSPRES – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung menargetkan penanganan tumpukan sampah besar di TPS Pasar Baleendah, dapat diselesaikan dalam dua hari ke depan melalui pengerahan armada maksimal dan dukungan akses pembuangan ke TPA Sarimukti.
Kepala DLH Kabupaten Bandung, Ruli Hadiana, mengatakan percepatan pengangkutan dilakukan sebagai langkah darurat untuk mengatasi kondisi “lautan sampah” yang sempat mengkhawatirkan warga. Sedikitnya 10 hingga 11 armada tronton disiapkan untuk mempercepat proses pengosongan.
“Kalau 10 turun, dua hari juga besok bisa selesai. Mudah-mudahan kita pantau dengan waktu cepat, tapi tetap kita evaluasi,” ujar Ruli, Jumat (1/5/2026).
Baca Juga:Penutupan Sementara TPS Pasar Baleendah Bikin Warga Kebingungan! Sampah TPS Pasar Baleendah Menumpuk Sejak Lebaran, Pengelola Hentikan Sementara Pembuangan
Ia menjelaskan, penanganan sementara ini bisa berjalan setelah adanya koordinasi antara Bupati Bandung dan Gubernur Jawa Barat, sehingga pembuangan ke Sarimukti kembali terbuka. Namun, ia menegaskan kebijakan tersebut bukan solusi permanen.
“Terbuka sekarang, tapi bukan selamanya. Kita bersyukur ada ruang, tapi setelah ini harus ada evaluasi total,” katanya.
Menurut Ruli, persoalan Baleendah tidak bisa hanya diselesaikan dengan pengangkutan sampah semata.
Ia menilai sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir harus segera dibenahi, termasuk pengawasan terhadap sampah luar yang masuk ke TPS Pasar Baleendah.
“Pasar Baleendah selama ini bukan hanya menerima sampah pasar, tapi juga dari luar. Ini yang harus kita evaluasi, termasuk sistem layanannya,” ungkapnya.
Ruli mengakui keterbatasan kuota pembuangan ke Sarimukti membuat Kabupaten Bandung tidak bisa lagi bergantung pada pola lama. Karena itu, ia menekankan perubahan mendasar harus dimulai dari sumber sampah, bukan hanya berfokus pada tempat pembuangan akhir.
“Kalau kuota tidak bertambah, kita harus bergerak sekarang. Jangan terus berpikir di hilir. Hulunya harus dibereskan,” tegasnya.
Baca Juga:Jelang Kedatangan Jokowi, Gunungan Sampah di TPS Pasar Baleendah MenghilangDekat Kantor Kecamatan Baleendah Ada TPS Liar
DLH pun mendorong penerapan pengolahan sampah berbasis sumber melalui prinsip zero waste dan 3R (reduce, reuse, recycle) di rumah tangga, sekolah, perusahaan, hingga fasilitas publik.
“Sampah rumah tangga, terutama food waste, harus selesai dari rumah. Jadi jangan mindset-nya buang sampah terus, tapi mengolah sampah,” kata Ruli.