Lambannya Kinerja DLH Kabupaten Bandung Picu Lautan Sampah di Pasar Baleendah – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Kondisi darurat kesehatan mengancam warga akibat penumpukan limbah yang menggunung di Pasar Baleendah selama berhari-hari tanpa penanganan cepat.

Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Kabupaten Bandung baru bereaksi melakukan pengangkutan massal setelah volume sampah mencapai tahap mengkhawatirkan dan memicu protes publik secara luas.

Instansi otoritas kebersihan daerah ini menjanjikan pembersihan total dalam waktu dua hari ke depan dengan mengerahkan armada tronton ke lokasi.

Baca Juga:Harapan Besar Pengusaha Jawa Barat Terhadap Kepemimpinan Baru Kejati JabarRatusan Wargi Bandung Serbu Gelaran Helloversary dan Fun Run 5K

Lambatnya respons otoritas penjaga ekosistem lokal ini membuktikan lemahnya skema mitigasi krisis sampah yang seharusnya sudah terantisipasi sejak awal.

“Kalau 10 turun, dua hari juga besok bisa selesai. Mudah-mudahan kita pantau dengan waktu cepat, tapi tetap kita evaluasi,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Ruli Hadiana, Jumat 1 Mei 2026.

Masyarakat menilai manajemen sampah yang dijalankan pengelola lingkungan daerah saat ini hanya bersifat pemadam kebakaran tanpa menyentuh akar permasalahan teknis.

Penumpukan di Pasar Baleendah terjadi akibat kegagalan pengawasan terhadap masuknya sampah liar dari luar wilayah pasar yang dibiarkan tanpa sanksi tegas.

Otoritas kebersihan baru bergerak setelah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk membuka akses pembuangan ke TPA Sarimukti yang sebelumnya sempat terkunci akibat masalah kuota.

Kegagalan Pengawasan Limbah di Pasar Baleendah

Ruli Hadiana mengakui bahwa tata kelola di Pasar Baleendah selama ini sangat rapuh karena menerima beban limbah yang bukan berasal dari aktivitas pasar.

Ketidakmampuan petugas lapangan dalam memfilter sumber sampah mengakibatkan volume di TPS melonjak drastis hingga meluber ke jalanan dan permukiman warga.

Baca Juga:Alokasi Anggaran Kompensasi Warga Situ Ciburuy Gelap!Langkah Strategis Kadin Jawa Barat Bersama Dedi Mulyadi Dorong Investasi Industri Inklusif

Ia menegaskan bahwa sistem layanan kebersihan di titik tersebut harus segera dirombak total agar tidak menjadi beban menahun bagi anggaran daerah.

“Pasar Baleendah selama ini bukan hanya menerima sampah pasar, tapi juga dari luar. Ini yang harus kita evaluasi, termasuk sistem layanannya,” ungkap Ruli.

Selain masalah pengawasan, ketergantungan kronis terhadap TPA Sarimukti menjadi bukti bahwa otoritas kebersihan belum memiliki kemandirian teknologi dalam mengolah residu.

Kondisi di Pasar Baleendah saat ini merupakan imbas dari kebijakan hilir yang terlalu dipaksakan tanpa ada perbaikan signifikan pada sektor hulu.

Leave a Comment