
JABAR EKSPRES – Program Studi bersama Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Bandung menggelar Seminar Umum Internasional 2026 di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Kampus UM Bandung, Rabu (29/4).
Mengusung tema “Harnessing Tropical Bioactive Compounds: Innovations in Halal Functional Foods and Nutraceuticals”, kegiatan ini menjadi wadah pertukaran gagasan antara akademisi Indonesia dan Malaysia dalam mengembangkan potensi senyawa bioaktif tropis sebagai fondasi pangan fungsional dan nutraseutikal halal.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UM Bandung, Arief Yunan, menegaskan seminar tersebut bukan sekadar forum akademik, tetapi juga langkah strategis menuju penguatan jejaring global kampus melalui kolaborasi dengan Universiti Putra Malaysia (UPM).
Baca Juga:3 Santri Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual di Ponpes Ciawi Bogor, Polisi Lakukan PenyelidikanJadi Percontohan Nasional, Jateng Dinilai Paling Progresif Terapkan Ekosistem Halal
“Seminar internasional ini membuka peluang kerja sama riset dan publikasi bersama yang akan membawa Universitas Muhammadiyah Bandung menuju going global university,” ujar Arief, Kamis (30/4/2026).
Ia menambahkan, kerja sama lintas negara itu diharapkan mampu melahirkan riset kolektif yang tidak hanya berhenti di ranah akademik, tetapi juga berdampak pada pengembangan startup, industri, hingga perluasan akses pasar dan regulasi.
Menurut Arief, sinergi antara kampus, peneliti, dan sektor industri penting untuk memperkuat kontribusi ilmu pengetahuan bagi masyarakat.
Karena itu, ia menilai riset bersama menjadi pintu masuk bagi inovasi yang lebih luas.
Hadir sebagai pembicara utama, Profesor Amin Bin Ismail dari Universiti Putra Malaysia menyoroti besarnya potensi negara tropis seperti Indonesia yang kaya akan sumber daya hayati, terutama tanaman lokal dengan kandungan senyawa bioaktif tinggi.
Dalam pemaparannya, Amin menjelaskan bahwa senyawa tersebut berpotensi besar dikembangkan menjadi pangan fungsional guna membantu pencegahan penyakit kronis sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dunia.
“Komponen bioaktif ini menawarkan potensi besar dalam pengembangan pangan fungsional yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara global,” jelasnya.
Baca Juga:Ahmad Luthfi Dampingi Prabowo Kunjungi Sekolah di Cilacap, Para Siswa Respons Positif Program MBG Buka Jalan Ekspor, Kemetrans Sebut Indonesia Berpotensi Pasok 3 Miliar Butir Kelapa ke China
Meski demikian, Amin juga mengingatkan adanya tantangan besar dalam proses pengembangan, khususnya menjaga stabilitas dan bioavailabilitas senyawa bioaktif selama pengolahan produk.
“Kita perlu memastikan bahwa manfaat kesehatan dari senyawa bioaktif ini tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen melalui teknologi pengolahan yang tepat,” tegas pakar nutrisi asal Malaysia tersebut.