Tembakau Sumedang Dikenal di Jerman hingga Rusia, Wabup Dorong Branding Online dan Ekspansi Ekspor  – jabarekspres.com

Tembakau Sumedang Dikenal di Jerman hingga Rusia, Wabup Dorong Branding Online dan Ekspansi Ekspor  – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila dorong pengembangan hasil tembakau supaya dapat bersaing tak hanya di pasar lokal namun hingga kancah dunia alias pasar internasional.

“Itu yang ingin kami kaji, memang potensi ekspor khususnya di dua jenis tembakau,” katanya usai memberikan bantuan kepada para petani tembakau di Desa Sukasari, Kecamatan Sukasari pada Kamis (30/4/2026).

Fajar menjelaskan, hasil panen dua jenis tembakau khas wilayah Kabupaten Sumedang yang sudah cukup dikenal itu, yakni tembakau hitam dan tembakau mole.

Baca Juga:Dari Defisit hingga Kasus Lama Kembali Disoal, Ini Alasan Ponpes Kampung Quran Sumedang Tutup Sementara Warga KBB Ini Nekat Jadi TNI Gadungan Lalu Tipu Pedagang Telur di Sumedang, Polisi Amankan Pelaku serta Barang

“Itu harus terus kita dukung ekspansinya. Makanya kenapa saya bilang sama Pak Kadis (Pertanian Sumedang), target kita adalah membranding Pasar Tembakau Tanjungsari,” jelasnya.

Sehingga dengan dorongan branding Pasar Tembakau Tanjungsari, menurut Fajar, masyarakat yang datang ke wilayah Kabupaten Sumedang berpotensi tak hanya berkunjung ke area kota dan Jatinangor saja.

“Tapi bisa kok mereka mau wisata terkait tembakau, itu ada di Pasar Tanjungsari dan kita harus targetkan, harus siap ekspornya juga,” bebernya.

Diungkapkan Fajar, tembakau hasil panen khas dari Sumedang yang sudah merambah ke luar negeri, tercatat telah dikenal di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Jerman hingga Rusia.

Tak hanya target pasar internasional, Fajar menyampaikan, dalam hal ini Pemkab Sumedang juga upayakan transformasi digital, supaya para petani khususnya tembakau bisa beradaptasi dengan era digitalisasi.

“Kalau untuk transformasi digitalnya sendiri, pemasaran secara online, jadi kalau memang tantangannya kami, yang mana para petani-petani ini masih melakukan dengan cara tradisional, old school ya kita bilang,” ungkap Wabup Sumedang.

“Belum terlalu masif dengan membranding suatu produksi secara online, namun sekarang, ya di era sekarang ini, saya sudah instruksikan kepada Pak Kadis untuk memonitoring, penjualan harus upsell-nya online,” lanjutnya.

Baca Juga:Buka Jalan Ekspor, Kemetrans Sebut Indonesia Berpotensi Pasok 3 Miliar Butir Kelapa ke China Berkontribusi Kurangi Pengangguran, Kawasan Industri Batang Serap 18.390 Tenaga Kerja

Fajar menyampaikan, upaya tersebut bertujuan supaya para petani dapat melakukan branding hasil panen secara digital.

“Kita bantu membrandingnya, kita bantu pemasaran secara online, kami fasilitas pasti pemerintah fasilitasi,” imbuhnya.

“Makanya Alhamdulillah kan sekarang harga sudah mulai membaik. Kemarin sempat drop di angka Rp60 sampai Rp70 ribu, sekarang mungkin sudah Rp90 sampai Rp120 ribuan,” pungkas Fajar. (Bas)

Leave a Comment