Bandung Akui Sistem Sampah Masih Konvensional, Siap Berbenah Menuju Pengelolaan Modern – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Bandung secara terbuka mengakui bahwa sistem pengelolaan sampah di wilayahnya hingga saat ini masih bertumpu pada pola konvensional, yakni pengangkutan dan pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Ketergantungan ini dinilai belum mampu menjawab persoalan sampah kota yang terus meningkat setiap tahunnya.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa kritik masyarakat terhadap kinerja pemerintah dalam menangani sampah merupakan hal yang wajar.

Ia bahkan mengakui bahwa pendekatan yang dilakukan selama ini masih terbatas dan belum menyentuh skala besar yang dibutuhkan untuk mengurai persoalan secara menyeluruh.

Baca Juga:Kali Cinyompok Meluap di Tenjo Bogor, Permukiman Terendam, Balita Sempat Dilarikan ke Rumah SakitTop 50 Campers Kopi Good Day DBL Camp 2026 Diumumkan, Perwakilan Jawa Barat Unjuk Gigi

Menurut Farhan, sejumlah program pengelolaan sampah yang telah berjalan, seperti pengolahan berbasis kewilayahan, metode maggotisasi untuk sampah organik, serta gerakan Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan), sejauh ini baru efektif diterapkan di tingkat komunitas dan rumah tangga.

“Semua upaya yang kita lakukan skalanya memang belum besar, masih di tingkat kewilayahan dan rumah tangga. Kritik bahwa selama ini hanya bisa angkut dan buang, ya memang itu yang terjadi,” ujar Farhan, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, keterbatasan infrastruktur dan sistem pengelolaan terpadu menjadi salah satu faktor utama yang membuat Kota Bandung masih bergantung pada TPA. Padahal, kapasitas dan daya tampung TPA Sarimukti sendiri memiliki batasan, sehingga tidak bisa terus-menerus menjadi solusi utama dalam jangka panjang.

Farhan menilai, perubahan paradigma dalam pengelolaan sampah harus segera dilakukan, dari yang semula berorientasi pada pembuangan menjadi pengolahan dan pengurangan sejak dari sumbernya. Namun, ia mengakui bahwa transformasi tersebut membutuhkan waktu, investasi, serta kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

Lebih lanjut, Pemkot Bandung berencana memperkuat program pengurangan sampah dari hulu, termasuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar lebih disiplin dalam memilah dan mengelola sampah secara mandiri. Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji berbagai teknologi pengolahan sampah yang dapat diterapkan dalam skala lebih besar.

“Kita tidak bisa terus bergantung pada pola lama. Harus ada lompatan dalam sistem pengelolaan, baik dari sisi teknologi maupun perubahan perilaku masyarakat,” katanya.

Leave a Comment