
Jabar Ekspres – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung pada Senin (27/4), menyebabkan kerusakan rumah warga, pohon tumbang, hingga insiden ambruknya plafon kelas di SMKN 1 Soreang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Wahyudin mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian bencana yang tersebar di beberapa kecamatan seperti Soreang, Cangkuang, dan Pasirjambu.
“Kami menerima sejumlah laporan dampak cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang di beberapa wilayah Kabupaten Bandung. Tim BPBD langsung melakukan assessment, koordinasi dengan aparat kewilayahan, serta penanganan darurat di lokasi terdampak,” ujar Wahyudin, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga:Prabowo Puji Pengelolaan Sampah di Banyumas, Jateng Optimistis Wujudkan Zero Sampah pada 2028Wangi Jadi Simbol “Cewe Mahal”, Molto Ajak Perempuan Tampil Percaya Diri Lewat Kampanye Baru
Berdasarkan laporan BPBD, di Kecamatan Soreang, angin kencang menyebabkan rumah milik warga di Kampung Cibolang, Desa Cingcin, ambruk pada bagian atap setelah tertimpa pohon. Satu keluarga dengan empat jiwa itu pun terdampak.
Selain itu, di Desa Soreang, sedikitnya 23 kepala keluarga atau 67 jiwa terdampak akibat kerusakan rumah di enam wilayah RW, yakni Ciburial Barat, Ciburial Timur, Cipandan Kaler, Cihaur, Cipetir, dan Bandawa.
“Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap rumah akibat terpaan angin dan material pohon tumbang. Warga bersama petugas saat ini melakukan pembersihan material sambil menunggu bantuan lanjutan,” kata Wahyudin.
Peristiwa juga terjadi di SMKN 1 Soreang saat hujan deras berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB. Plafon atap salah satu ruang kelas ambruk dan menimpa tujuh siswa.
“Terdapat tujuh siswa mengalami luka ringan, terdiri dari satu laki-laki dan enam perempuan. Korban sudah ditangani pihak sekolah dan dipastikan telah kembali ke rumah masing-masing,” ungkapnya.
Penanganan lanjutan insiden di sekolah tersebut kini dilakukan bersama pihak kepolisian.
Sementara di Kecamatan Cangkuang, dampak angin kencang terdata lebih luas, terutama di Desa Pananjung, Bandasari, dan Nagrak.
Baca Juga:Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol DomestikSerius Atasi Banjir, Pemkab Bandung Rancang 20 Infrastruktur Pengendali di Titik Rawan
Sejumlah rumah rusak berat akibat tertimpa pohon maupun rusaknya atap genteng dan asbes. Di Desa Nagrak, pohon pinus juga menimpa kabel listrik hingga menyebabkan pemadaman, serta satu tower internet dilaporkan tumbang.
“Untuk wilayah dengan pohon tumbang yang menutup akses jalan, petugas bersama aparat setempat telah melakukan pemotongan menggunakan chainsaw agar mobilitas warga kembali normal,” jelas Wahyudin.