Fondasi Ekonomi Menguat, Target 8 Persen Kian Realistis – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai arah pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju level 8 persen mulai menunjukkan sinyal yang jelas.

“Pertumbuhan 8 persen mungkin orang-orang bilang terlalu tinggi, tapi kalau untuk saya sudah hampir kelihatan,” kata Purbaya dikutip dari ANTARA, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, target tersebut bukan lagi sekadar ambisi, melainkan sesuatu yang sudah mulai terlihat dari tren saat ini.

Baca Juga:Pemerintah Siapkan Aturan Baru untuk Tekan Biaya E-Commerce dan Lindungi UMKMJumlah Anak Tidak Sekolah di Tasikmalaya Sentuh 28 Ribu, Pemerintah Cari Solusi

Dalam sebuah acara di Bursa Efek Indonesia, Purbaya mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional berpotensi mencapai 8 persen dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan.

Ia menekankan bahwa tanpa reformasi industri besar pun, ekonomi Indonesia sebenarnya sudah memiliki kapasitas untuk tumbuh hingga 6 persen, terutama jika sektor pemerintah dan swasta bergerak lebih optimal.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi pijakan penting untuk mendorong akselerasi ke level pertumbuhan yang lebih tinggi.

Ia optimistis dalam beberapa tahun ke depan, angka pertumbuhan tersebut akan menembus batas yang selama ini dianggap sulit dicapai.

“Nanti dua tahun atau tiga tahun lagi, anda sudah melihat angka 8 persen sudah menyundul ke atas,” katanya.

Untuk saat ini, Menkeu optimis perekonomian nasional mampu tumbuh di atas 5,5 persen pada paru pertama 2026.

Fokus utama saat ini adalah memperkuat fondasi ekonomi agar laju pertumbuhan bisa berkelanjutan dan semakin cepat.

Baca Juga:Melalui Sistem Merit, Gubernur Ahmad Luthfi Lantik 27 PejabatPolisi Ungkap Bisnis Sabu di Lingkar Selatan Tasik, Gunakan Kode Nama Hewan

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato.

Di sisi lain, Kementerian Keuangan juga melakukan pembenahan internal, khususnya pada Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Reformasi ini mulai menunjukkan hasil, terlihat dari peningkatan penerimaan pajak yang tumbuh lebih dari 20,7 persen pada Maret 2026.

Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah yakin ekonomi Indonesia akan bergerak lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Setelah mampu menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global, kini peluang untuk melesat ke tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi dinilai semakin terbuka.

Leave a Comment