Tempayan Hadirkan “Kartini in KINA”, Angkat Sosok Perempuan Masa Kini Dalam Semangat Kartini – jabarekspres.com

Tempayan Hadirkan “Kartini in KINA”, Angkat Sosok Perempuan Masa Kini Dalam Semangat Kartini – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES Semangat emansipasi perempuan yang diwariskan R.A. Kartini kembali digaungkan dengan cara berbeda.

Tempayan Indonesian Bistro menghadirkan acara bertajuk “Kartini in KINA: Warisan Budaya Indonesia”, sebuah perayaan yang memadukan budaya, fashion, hingga pengalaman kuliner dalam satu panggung inspiratif.

Digelar di Tempayan Indonesian Bistro, acara ini tidak sekadar menjadi seremoni peringatan Hari Kartini.

Baca Juga:Telkom Luncurkan Agentic AI by BigBox, Lompatan Baru AI Otonom untuk Percepat Transformasi Industri NasionalWujudkan Kepedulian Dunia Pendidikan, BRI Bandung Salurkan Beasiswa Rp220 Juta ke Universitas Kristen Maranata

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang apresiasi bagi perempuan Indonesia masa kini yang berani bermimpi, berkarya, dan memberi dampak nyata di sekitarnya.

Berkolaborasi dengan Batik KINA serta Bank Rakyat Indonesia, “Kartini in KINA” menghadirkan konsep dining experience yang berbeda.

Para tamu diajak menikmati hidangan khas Nusantara sembari disuguhi rangkaian acara yang sarat makna.

Mulai dari pertunjukan teatrikal bernarasi, mini fashion show, hingga peragaan busana Batik KINA yang menjadi puncak acara, seluruh rangkaian dikemas untuk menampilkan keanggunan budaya Indonesia dalam sentuhan modern.

Tak hanya itu, sorotan utama juga diberikan kepada tiga perempuan inspiratif asal Bandung yang merepresentasikan Kartini masa kini dari berbagai latar belakang.

Salah satunya adalah Juliana Dwi Putri, seorang pengemudi ojek online (ojol) muda yang mencuri perhatian.

Di tengah kerasnya kehidupan jalanan, ia membuktikan bahwa perempuan mampu mandiri, tangguh, dan berani mengambil peran di ruang publik yang selama ini identik dengan laki-laki.

Baca Juga:NGASAB with Honda PCX160, DAM Hadirkan Momen Kebersamaan yang Berkelas di BandungDedi Mulyadi Respons Spanduk ‘Shut Up KDM’ yang Terbentang di GBLA

Kemudian ada Nisya Juliana, therapist Gen Z yang fokus membantu generasi muda menghadapi tantangan emosional dan mental.

Dengan pendekatan yang hangat dan relevan, ia hadir sebagai representasi perempuan yang tidak hanya berkembang secara personal, tetapi juga memberi dampak bagi lingkungan sekitar.

Sementara itu, Dinda Maulidta Qemala menunjukkan peran ganda perempuan modern sebagai ibu sekaligus profesional.

Ia menjadi bukti bahwa perempuan mampu menyeimbangkan kehidupan keluarga dan karier, tanpa berhenti berkembang menjadi versi terbaik dirinya.

Menariknya, pengunjung juga diajak terlibat langsung dalam aktivitas melukis batik.

Kegiatan ini memberikan pengalaman interaktif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal.

Leave a Comment