HOLOPIS.COM, JAKARTA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memerintahkan militer untuk menggempur target-target Hizbullah dengan kekuatan penuh di Lebanon.
Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (25/4) menyatakan bahwa pihaknya telah menewaskan lebih dari 15 militan Hizbullah selama akhir pekan.
– Advertisement –
Dalam rapat kabinet pada Minggu, (26/4/2026), Netanyahu menyampaikan tindakan Hizbullah justru mempercepat runtuhnya gencatan senjata.
“Harus dipahami bahwa pelanggaran Hizbullah, pada praktiknya, membongkar gencatan senjata,” kata Netanyahu.
– Advertisement –
Netanyahu mengatakan serangan yang dilakukan Israel bukan tanpa dasar. Ia menyebut langkah militer negaranya tetap berada dalam koridor kesepakatan yang telah disepakati bersama Amerika Serikat (AS) dan Lebanon.
“Kami bertindak tegas sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui dengan Amerika Serikat dan, kebetulan, juga dengan Lebanon,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa Israel memiliki ruang untuk bertindak lebih luas demi menjaga keamanan. “Ini berarti kebebasan bertindak tidak hanya untuk menanggapi serangan, yang jelas. Tetapi juga untuk mencegah ancaman langsung dan bahkan ancaman yang muncul,” tuturnya.
Dalam praktiknya, Israel disebut terus melancarkan serangan ke wilayah Lebanon selatan hampir setiap hari, dengan dalih mencegah ancaman dari Hizbullah.
– Advertisement –
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang.
Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.