HOLOPIS.COM, JAKARTA – Perjalanan politik Abdul Kadir Karding kembali berputar. Setelah sempat tersingkir dari kabinet, ia kini dipercaya memimpin lembaga strategis nasional sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin).
Pelantikan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (27/4/2026). Karding menggantikan Sahat Manaor Panggabean dalam posisi tersebut.
– Advertisement –
Penunjukan ini menjadi penanda kuat bahwa Karding kembali masuk dalam lingkar inti pemerintahan, setelah sebelumnya dicopot dari jabatan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dalam reshuffle September 2025.
Kini, melalui Keputusan Presiden Nomor 50 PPA Tahun 2026, ia mendapatkan mandat baru untuk memimpin lembaga yang memiliki peran penting dalam menjaga lalu lintas komoditas, kesehatan hewan, tumbuhan, serta keamanan pangan nasional.
– Advertisement –
Dalam prosesi pelantikan, Karding mengucapkan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo.
“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” kata Prabowo dalam sumpah jabatan yang diikuti Karding.
“Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” lanjut Prabowo yang kembali diikuti Karding.
Sumpah tersebut menjadi simbol komitmen penuh terhadap tanggung jawab baru yang kini diemban.
Badan Karantina Indonesia memiliki fungsi vital dalam menjaga ketahanan nasional. Hal itu terutama di tengah meningkatnya mobilitas perdagangan global dan ancaman penyakit lintas negara.
Kepala Barantin bertanggung jawab memastikan pengawasan ketat terhadap masuk dan keluarnya komoditas. Selain itu, melindungi sektor pertanian, peternakan, dan kesehatan masyarakat.
– Advertisement –