Efek Domino Perang AS vs Iran: Harga Kondom Melonjak dan Industri Tertekan

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Konflik di Timur Tengah kini memunculkan dampak tak terduga di sektor yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari yakni alat kontrasepsi. Perang Amerika Serikat (AS) vs Iran yang mengganggu jalur energi global ternyata ikut mengguncang industri kondom dunia.

Produsen terbesar asal Malaysia, Karex, mengumumkan rencana kenaikan harga produknya secara signifikan. Lonjakan ini bukan tanpa sebab karena rantai pasok terganggu. Kondisi itu memicu biaya produksi melonjak, dan permintaan justru meningkat tajam.

– Advertisement –

CEO Karex, Goh Miah Kiat, menjelaskan kondisi industri saat ini berada dalam tekanan berat. “Situasinya jelas sangat rapuh, harga mahal,” kata Kiat. “Kami tidak punya pilihan selain membebankan biaya tersebut kepada pelanggan saat ini,” kata Goh Miah Kiat dikutip dari People, Senin, (27/4/2026).

Kiat menuturkan sejak konflik memanas pada akhir Februari 2026, hampir seluruh komponen produksi kondom mengalami kenaikan harga. Mulai dari karet sintetis, nitril, pelumas, hingga bahan kemasan seperti aluminium foil dan minyak silikon.

– Advertisement –

Kenaikan ini dipicu oleh terganggunya distribusi petrokimia dari kawasan Timur Tengah. Wilayah Timur Tengah selama ini menjadi tulang punggung pasokan energi dan bahan industri global.

Pun, dampaknya beri langsung terasa. Biaya produksi meningkat di semua lini. Pun, distribusi menjadi lebih lambat dan mahal.

“Kami melihat lebih banyak kondom yang sebenarnya berada di kapal yang belum sampai ke tujuan tetapi sangat dibutuhkan,” lanjut Kiat.

Ironisnya, di tengah tekanan biaya, permintaan justru melonjak. Ketidakpastian ekonomi dan masa depan membuat banyak orang lebih berhati-hati dalam merencanakan keluarga.

Kiat mengungkapkan alasan di balik fenomena ini yang sekarang dalam kondisi sulit.

“Di masa-masa sulit, kebutuhan untuk menggunakan kondom menjadi lebih penting karena Anda tidak yakin dengan masa depan Anda, apakah Anda masih akan memiliki pekerjaan tahun depan,” tutur Kiat.

“Jika Anda memiliki bayi sekarang, Anda akan memiliki satu mulut lagi untuk diberi makan,” lanjut Kiat.

Fenomena ini menunjukkan bahwa krisis global tidak hanya memengaruhi pasar energi atau pangan, tetapi juga keputusan pribadi masyarakat.

Tekanan semakin besar karena stok global mulai menipis. Karex mengakui cadangan saat ini hanya cukup untuk beberapa bulan ke depan. Pun, perusahaan berupaya meningkatkan produksi untuk mengejar lonjakan permintaan.

Namun, hambatan logistik menjadi tantangan serius. Pengiriman ke pasar utama seperti AS dan Eropa kini bisa memakan waktu hingga tiga bulan.

Kondisi ini memperlihatkan bagaimana konflik geopolitik dapat menjalar ke sektor yang tidak terduga, menciptakan efek domino dari energi hingga kesehatan reproduksi.

Kenaikan harga hingga 30% atau lebih bukan sekadar angka. Ini menjadi sinyal bahwa ketegangan global telah memasuki fase yang memengaruhi kebutuhan dasar manusia.

– Advertisement –

Leave a Comment