Pedagang Direlokasi ke Rest Area Gunung Mas Mengeluh Sepi, Penghasilan Kerap Nol Rupiah – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Relokasi pedagang kaki lima (PKL) dari sepanjang jalur Puncak, Kabupaten Bogor, ke Rest Area Gunung Mas belum sepenuhnya mengangkat kondisi ekonomi pelaku usaha kecil. Sejumlah pedagang justru mengaku kehilangan pemasukan harian, bahkan kerap pulang tanpa membawa hasil.

“Sangat sulit ya. Waktu masih di pinggir jalan, biasanya Rp10.000, Rp20.000, Rp30.000 itu masih ada pemasukan. Yang besar Rp50.000 juga masih ada per hari,” ujar Novi (52), salah satu pedagang terdampak relokasi saat ditemui, Senin (27/4/2026).

Namun setelah dipindahkan ke rest area, kondisi berbalik drastis. Ia mengaku sering tidak mendapatkan pembeli sama sekali. Kalaupun ada, jumlahnya sangat minim dan umumnya hanya terjadi pada akhir pekan.

Baca Juga:Sirnas Padel 2026 Sukses Digelar, Ahmad Luthfi: Ajang Pengembangan Atlet dan Sport TourismJakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026, Pertahankan Gelar Lewat Dua Kemenangan Final

“Sering dapat nol, nggak ada pembeli. Paling ramai malam Sabtu dan malam Minggu. Dari situ kita harus kuat sampai minggu depannya,” keluhnya.

Menurut Novi, perbedaan paling terasa terletak pada kesinambungan pendapatan. Di lokasi lama, uang tetap berputar setiap hari meski kecil. Sementara di Rest Area Gunung Mas, penghasilan sangat bergantung pada lonjakan kunjungan saat akhir pekan.

Kondisi tersebut memaksa keluarganya mencari cara lain untuk bertahan. Suaminya kembali berjualan keliling menggunakan sepeda motor, meski masih menghadapi penertiban di lapangan.

“Makanya Bapak berangkat lagi ke jalan. Starling pakai motor. Itu pun masih diubrak-abrik juga,” katanya.

Meski menghadapi situasi sulit, Novi tetap berharap Rest Area Gunung Mas dapat berkembang dan ramai dikunjungi wisatawan. Ia mengaku kini menggantungkan penghasilan keluarga dari aktivitas berdagang di lokasi tersebut.

“Ya mudah-mudahan rest area ini makin berkembang, makin maju. Jadi mungkin tumpuan hidup ibu ya cuma ini,” ujarnya. (Dzihar)

Leave a Comment