Sekolah Maung Ala KDM Ciptakan Diskriminasi dan Kasta!  – jabarekspres.com

Sekolah Maung Ala KDM Ciptakan Diskriminasi dan Kasta!  – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Pembentukan Sekolah Manusia Unggul (Maung) Pemprov Jawa Barat menuai sejumlah kritik. Program itu dinilai menimbulkan diskriminasi dan kasta terhadap pendidikan di Jawa Barat.

Kritik itu disampaikan oleh Ketua Forum Kepala Sekolah SMA Swasta (FKSS) Jawa Barat Ade D Hendriana, Minggu (26/4). Ia menguraikan, kebijakan yang diluncurkan Gubernur Dedi Mulyadi itu perlu diperhatikan dan ditinjau.

“Menurut kami, Sekolah Maung akan memunculkan diskriminasi dalam pendidikan termasuk sekat antarlembaga pendidikan,” cetusnya.

Baca Juga:Masih Dimatangkan, Sekolah Maung Mulai Beroperasi Tahun Ajaran Baru 2026?Dedi Mulyadi Bakal Bangun Sekolah Maung, DPRD Jabar: Kami Belum Diajak Komunikasi

Ade melanjutkan, pembentukan Sekolah Maung itu seakan membentuk kasta sendiri, membuat sekolah itu “beda” dengan sekolah reguler lainnya. “Ini diskriminatif,” tegasnya.

Menurut Ade, Pemprov mestinya lebih jeli dalam pembentukan kebijakan publik. Semestinya tahapan pembentukan kebijakan diperkuat, termasuk proses analisa yang mendalam.

Itu, kata dia, agar rekomendasi kebijakan yang muncul bisa tepat dan berdampak positif kepada masyarakt tanpa menimbulkan dampak negatif berkepanjangan.

Ade mencontohkan, pembentukan Sekolah Maung itu seperti pengalaman kasus Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI). “Sudah benar itu RSBI dihapus, sekarang malah muncul Sekolah Maung,” bebernya.

Bagi Ade, pendidikan berkualitas adalah hak seluruh anak bangsa. Jangan sampai kebijakan pendidikan hanya menguntungkan berbagai pihak saja.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) tengah mempersiapkan Sekolah Maung alias Manusia Unggul. Rencananya tahun ajaran baru ini sudah menampung siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto menuturkan, Sekolah Maung itu masih dimatangkan. “Ini masih digodok, Keputusan Gubernurnya lagi diproses, kemudian pedoman juknisnya juga sedang diproses. Mudah-mudahan selesai akhir April ini,” katanya, Rabu (22/4).

Baca Juga:Airlangga Klaim RI Unggul di Hilirisasi, Benarkah? Hal Ini Jadi Kunci BBM Subsidi Tepat Sasaran? 

Purwanto melanjutkan, sekolah Maung itu rencananya ada di semua kota/kabupaten di Jawa Barat. “Tahun ajaran ini mulai (menampung siswa),” sambungnya.

Gubernur Dedi Mulyadi juga menekankan bahwa Sekolah Maung itu ditargetkan bakal beroperasi pada tahun ajaran baru ini.

“Sekarang sudah diidentifikasi dan nanti diberlakukan, yaitu sekolah yang menampung anak-anak berprestasi. Dua hal ya, prestasi akademik dan prestasi non-akademik,” jelasnya Kamis (23/4/2026).

Leave a Comment