Terapkan Efisiensi, Kerugian BIJB Kertajati Menurun di 2025 – jabarekspres.com

Jabar Ekspres – PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati berhasil menurunkan kerugian pada 2025. Salah satunya karena banyak melakukan efisiensi.

Hal itu berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilakukan Jumat (24/4). Dalam kesempatan itu, Plt Direktur BIJB, Ronald H. Sinaga memaparkan kinerja perusahaan selama 2025.

Mulai dari peristiwa penting, program dan kegiatan hingga kondisi finansial. Kinerja keuangan pada 2025 tercatat masih dalam kondisi rugi. Namun demikian kerugian perusahaan bisa diturunkan dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga:KPAI : Anak Luka Bakar di Tasikmalaya Alami Trauma BeratMomentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar

Salah satu BUMD Pemprov Jawa Barat itu membukukan kerugian sebesar Rp 120,5 miliar pada 2025. Angkanya menurun dibandingkan periode 2024 yang tembus Rp 160 miliar.

Sementara itu pendapatan perusahaan dibukukan di angka Rp 18,4 miliar. Turun juga dibandingkan 2024 yang tembus Rp 24 miliar.

Ronald menjelaskan, keberhasilan menekan kerugian itu salah satunya karena kebijakan efisiensi. “Karena efisiensi. Kami lakukan efisiensi di banyak hal, ya. Mulai dari karyawan, kemudian efisiensi operasional seperti listrik. Mana yang tidak perlu, listriknya kami matikan. Air juga sama, ” cetusnya kepada Jabar Ekspres saat ditemui di Kantor Biro BIA Jawa Barat.

Ronald melanjutkan, selama 2025 pihaknya memang menekan secara ketat beban operasional. Tujuannya agar tidak banyak menyedot anggaran.

“Kalau tidak perlu, ya tidak perlu. Langkah ini memberikan dampak yang bagus bagi perusahaan karena biaya operasional kami jadi menurun drastis, ” jelasnya.

Tahun 2025 memang cukup dinamis bagi BIJB Kertajati. Awalnya bandara di Kabupaten Majalengka itu kelimpahan berkah lantaran kebijakan pengalihan penerbangan domestik dari Bandara Husen Bandung ke BIJB Kertajati. Itu terjadi sejak Oktober 2023.

Namun perlahan peminat kian surut. Hingga awal Juni sejumlah maskapai menarik pesawatnya dari BIJB Kertajati. (son)

Leave a Comment