
JABAR EKSPRES – Event lari 10K kembali hadir di Kota Bandung dengan konsep yang lebih serius dan kompetitif. Event “ultimate 10K series” diselenggarakan sebagai ajang prestisius bagi para pelari cepat di Indonesia.
Manager Partnership Event Harian Kompas, Ari Setiawan, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan tahun ini membawa pendekatan berbeda. Jika sebelumnya identik dengan fun run, kini fokus dialihkan pada sisi kompetisi yang lebih kuat.
“Konsep 10K ini kami dorong menjadi ajang balap yang bergengsi. Kami ingin menciptakan panggung bagi pelari cepat, namun tetap inklusif untuk semua kalangan,” ujar Ari, Sabtu (25/4/2026).
Baca Juga:Rayakan Hari Kartini, Gerakan Kolaboratif “Perempuan Berdaya” Satukan Wanita Kreatif di Bandung!Rahang Tuna Bakar Jumbo Hadir di Bandung, Sekali Gigitan Langsung Juicy!
Dalam konsep terbarunya, Kompas Event menghadirkan seri lomba di empat kota besar. Bandung menjadi salah satu yang paling menonjol karena menawarkan pengalaman unik layaknya atlet profesional.
Salah satu terobosan yang dihadirkan adalah kehadiran pacer elite, yang bertugas mendampingi pelari dalam menjaga ritme dan performa. Fasilitas ini terbilang masih jarang ditemui dalam event lari di Indonesia.
“Khusus di Bandung, kami menghadirkan pacer elite untuk membantu pelari cepat sekaligus memberi pengalaman standar lari profesional bagi peserta umum,” jelasnya.
Tak hanya itu, peserta juga dapat merasakan simulasi target waktu seperti sub-5, sub-4, hingga sub-3, yang membuat suasana lomba terasa lebih kompetitif dan realistis.
Sementara di kota lainnya, konsep yang diusung adalah speed race simulation. Komunitas lari yang lolos seleksi akan mendapatkan kesempatan berlari di barisan terdepan bersama pelari elite, menciptakan pengalaman eksklusif sekaligus mendorong peningkatan performa.
Selain kompetisi, Kompas Event juga melengkapi rangkaian kegiatan dengan program pendukung seperti coaching clinic. Meski bersifat simulatif, program ini memberikan gambaran strategi dan persiapan menghadapi lomba lari yang kompetitif.
Di sisi lain, penyelenggaraan event ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, khususnya pelaku UMKM di Bandung. Ari menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat agar manfaat acara dapat dirasakan secara luas.
Baca Juga:Lewat NURASA 2026, Inovasi Muda dan Sharing Happiness Tebar Kebahagiaan kepada Puluhan Anak YatimRI-Tiongkok Resmi Gandeng Teknologi Hijau Dukung Dapur MBG, Produksi Pangan Tetap 100 Persen Lokal!
“Kita ingin Bandung 10K ini benar-benar jadi event milik warga Bandung. Dari orang Bandung, oleh orang Bandung, dan untuk orang Bandung. Dampaknya juga harus terasa, termasuk bagi UMKM lokal,” pungkasnya. (*)