KDS Dorong Ekowisata Citarik Jadi Model Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Desa – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Bupati Bandung Dadang Supriatna mendorong pengembangan Ekowisata Citarik sebagai percontohan pengelolaan sampah berbasis desa sekaligus pusat edukasi lingkungan.

Hal itu disampaikannya saat rapat evaluasi program yang digelar di Rumah Dinas Bupati, Jumat (24/4/2026).

Ekowisata yang berada di bantaran Sungai Citarik, meliputi Desa Cibodas dan Padamukti, Kecamatan Solokanjeruk, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata edukatif berbasis ekonomi sirkular dan pelestarian lingkungan.

Baca Juga:Harga BBM Nonsubsidi Melonjak, Pemkot Bandung Putar Otak Efisiensi Angkut Sampah Jelang Target Bebas TPA 2026Bandung Pacu Reformasi Sampah: Kejar Target Stop TPA 2026, Fokus Pengolahan dari Hulu

Dalam arahannya, Dadang yang akrab disapa KDS menyampaikan sejumlah rekomendasi yang dibagi dalam program jangka pendek, menengah, hingga panjang.

Ia menilai langkah terstruktur diperlukan agar pengelolaan kawasan wisata tersebut berjalan optimal sekaligus mampu menjawab persoalan sampah di tingkat lokal.

Untuk jangka pendek, KDS menekankan pentingnya optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) yang sudah ada. Ia mencontohkan TPS3R Plus Padamukti sebagai salah satu fasilitas yang perlu dimaksimalkan.

“Dari 178 TPS3R di Kabupaten Bandung, saya setuju yang sudah ada dioptimalkan. Termasuk pemberian insentif bagi operator TPS3R, itu akan kita kaji lebih lanjut,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan TPS3R tidak hanya berfungsi mengurangi beban sampah ke sungai, tetapi juga harus mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Pengelolaan sampah akan efektif jika dimulai dari perubahan perilaku warga,” katanya.

KDS juga menyoroti pentingnya edukasi pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

Baca Juga:Kreativitas Mahasiswa UNPAD Digenjot, JNE Hadirkan Workshop Inspiratif Menuju Content Competition 2026Pasokan Dalam Negeri Stabil, Kementan Targetkan Produksi Gula Kristal Putih 3,04 Juta Ton pada 2026

Ia menjelaskan bahwa sampah plastik memiliki nilai jual, sementara sampah organik bisa diolah menjadi kompos atau pakan maggot yang bermanfaat bagi sektor pertanian dan peternakan.

Ia mengatakan, peran kepala desa hingga tingkat RT dan RW sangat penting dalam menggerakkan masyarakat agar terbiasa memilah sampah.

Menurutnya, jika kesadaran masyarakat sudah terbentuk, persoalan sampah akan jauh lebih mudah ditangani.

“Ini bukan semata soal fasilitas, tapi soal kebiasaan. Kalau masyarakat sudah terbiasa memilah, penanganan sampah akan lebih ringan,” katanya.

Selain itu, KDS juga mendorong penguatan regulasi di tingkat desa. Ia mengusulkan adanya kebijakan berupa surat edaran atau instruksi untuk memaksimalkan peran Koperasi Desa Merah Putih dalam mendukung operasional TPS3R.

Leave a Comment