Tolak Tawaran Pinjaman IMF dan Bank Dunia, Purbaya: Belum Butuh! – jabarekspres.com

Tolak Tawaran Pinjaman IMF dan Bank Dunia, Purbaya: Belum Butuh! – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menolak tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.

Menurutnya, kondisi fiskal Indonesia masih relatif kuat sehingg RI belum memerlukan pinjaman dari IMF maupun Bank Dunia.Itu disampaikan Purbaya kepada awak media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa.

Saat ini, kata dia, IMF dan Bank Dunia telah menyiapkan dana senilai 20-30 milir dolar AS untuk membantu negara yang membutuhkan dukungan di tengah ketidakpastian global, terutama akibat konflik Iran versus AS-Israel.

Baca Juga:Taj Yasin Lepas Kloter Pertama Haji 2026, Jateng Berangkatkan 34.122 Jemaah dari Embarkasi SoloRSUD Cicalengka Gelar Donor Darah dan Resmikan NICU di HUT ke-385 Kabupaten Bandung

“Saya bilang sama dia (IMF dan Bank Dunia), sekarang saya belum butuh (pinjaman), karena saya sendiri punya persediaan hampir 25 miliar dolar AS (setara Rp428,77 triliun dengan kurs Rp17.150 per dolar AS),” ujarnya, dikutip Rabu (22/4/2026).

Ia mengaku mendapat tawaran dari IMF dan Bank Dunia saat menghadiri rangkaian Pertemuan Musim Semi Dana Moneter Internasional dan Grup Bank Dunia (IMF-World Bank Spring Meeting) pada 13-17 April di Washington DC, Amerika Serikat.

Untuk itu, Menkeu menyebut telah menyampaikan apresiasi atas tawaran mereka. Namun, untuk saat ini, ia menjamin keadaan fiskal RI terutama Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih memadai.

“Saya masih punya uang sebesar 25 miliar dolar AS juga, yang kami pegang untuk negara sendiri. Mereka (IMF dan Bank Dunia), 25 miliar dolar AS untuk beberapa negara. Jadi, kondisi keuangan kita masih aman,” kata dia.

Sebelumnya, Purbaya menyatakan bahwa IMF memuji Indonesia sebagai salah satu titik cerah atau bright spot dalam perekonomian global.

IMF pun mengapresiasi kebijakan yang kredibel serta langkah-langkah lain yang dilakukan Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian.

Purbaya juga menjelaskan Pemerintah Indonesia mengambil manuver strategi dengan mengubah arah kebijakan fiskal sejak akhir tahun lalu, yang dampaknya sudah mulai terlihat pada perekonomian saat ini.

Baca Juga:Digelar Mei, 140 Atlet Siap Bertarung di Pasundan Muaythai Championship 2026 TasikmalayaRI Temukan Gas Bumi Jumbo di Kalimantan Timur, Potensi 5 Tcf!

Perubahan strategi itu juga membuat Indonesia memiliki kemampuan merespons tekanan yang lebih baik, termasuk ketika harga minyak dunia melambung tinggi.

Di depan IMF dan Bank Dunia, Purbaya menyampaikan optimisme bahwa perekonomian Indonesia mampu mencetak pertumbuhan 5,4-6 persen pada 2026 meski di tengah ketegangan global yang sedang berlangsung.

Leave a Comment