Viral Siswa Hina Guru di Purwakarta, Pemkot Cimahi Terapkan Larangan Bawa HP di Sekolah – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi mengambil langkah tegas dengan melarang pelajar membawa gawai ke sekolah. Kebijakan ini diterapkan sebagai respons atas kasus penghinaan siswa terhadap guru yang terjadi di Kabupaten Purwakarta, sekaligus upaya menekan degradasi adab di lingkungan pendidikan.

Dinas Pendidikan Kota Cimahi memastikan kebijakan tersebut telah dituangkan dalam Surat Edaran (SE) dan langsung berlaku sejak diterima oleh seluruh sekolah. Langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, menegaskan bahwa aturan tersebut wajib dipatuhi oleh seluruh pelajar di wilayahnya.

Baca Juga:Polres Tasikmalaya Ungkap Bisnis Trenggiling yang Biasa Dijual OnlineNestapa Banjir Cigudeg Memaksa Pedagang Cuanki Pulang Kampung

“Terkait itu, kita sudah membuat edaran ke sekolah-sekolah, bahwa anak di Cimahi dilarang membawa HP ke sekolah sesuai arahan provinsi,” kata Nana, Selasa (21/4/2026).

Ia menilai, kebutuhan pembelajaran berbasis teknologi sejatinya telah difasilitasi oleh sekolah. Pemerintah, kata dia, telah menyediakan sarana penunjang seperti komputer hingga papan interaktif digital guna memastikan proses belajar tetap berjalan optimal tanpa ketergantungan pada ponsel pribadi.

“Pada prinsipnya untuk pembelajaran IT di sekolah, kan sudah ada komputer. Kemudian agar pembelajaran menyenangkan, sudah disediakan juga papan interaktif digital. Jadi semua kebutuhan pembelajaran anak sudah terfasilitasi,” ujar Nana.

Di sisi lain, alasan orangtua yang menginginkan kemudahan komunikasi dengan anak melalui ponsel dinilai tidak relevan. Disdik Cimahi menegaskan, jalur komunikasi resmi telah tersedia melalui wali kelas maupun pihak sekolah.

“Kemudian kalau orangtua berdalih agar mudah komunikasi dengan anak, kan orangtua sudah punya grup dengan wali kelas. Silakan komunikasi di grup tersebut, tinggal kirim pesan atau telepon ketika mau menjemput sekolah atau ketika anak ada kegiatan lain di sekolah,” ucap Nana.

Lebih jauh, Nana mengungkapkan keprihatinannya atas insiden yang terjadi di Purwakarta. Ia menilai penggunaan ponsel yang tidak terkontrol berpotensi memicu perilaku negatif dan merusak karakter siswa, termasuk menurunnya sikap hormat terhadap guru.

“Tentunya kita sangat prihatin ketika adab anak ke guru seperti itu. Pada prinsipnya penggunaan HP yang berlebihan dan tidak terkontrol bisa merusak karakter anak, adab,” kata Nana menutup. (Mong)

Leave a Comment