Video Kekerasan Viral Warga Resah Aksi Bullying Brutal Terjadi di Cimahi – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Aksi kekerasan anak di wilayah otonom yang berbatasan dengan Bandung ini mendadak viral setelah rekaman video pengeroyokan berdurasi satu menit tersebar luas.

Praktik Bullying tersebut terjadi secara berkelompok dan memicu kemarahan publik karena dilakukan secara sadis di depan rumah warga tanpa ada upaya melerai.

Polisi kini tengah melakukan pelacakan intensif terhadap para pelaku yang diduga sengaja mendatangi lokasi tersebut untuk melakukan tindakan premanisme jalanan.

Baca Juga:Jejak Putih Debu Kapur dan Cinta yang Tak Pernah Pudar dalam Ruang KelasAktivis Kampus Endus Kejanggalan Sidang Skandal Kepabeanan di PN Cibinong

Kejadian ini berlokasi di lingkungan RW 24 Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan pada Jumat 17 April 2026 sekitar pukul 19.40 WIB.

Berdasarkan data yang dihimpun tim di lapangan peristiwa ini bermula saat korban yang mengenakan sweater hitam dikepung oleh sejumlah anak.

Warga sekitar menyayangkan lemahnya pengawasan lingkungan sehingga aksi kekerasan terhadap anak di bawah umur ini bisa terjadi secara leluasa.

Investigasi Kepolisian Terhadap Pelaku Bullying Melong

Polres Cimahi bergerak cepat menelusuri identitas sekelompok anak yang terlibat dalam video pengeroyokan tersebut guna memberikan efek jera yang nyata bagi pelaku.

Upaya penanganan kasus Bullying ini melibatkan koordinasi ketat antara aparat penegak hukum dengan pihak kelurahan serta pengurus RT dan RW setempat.

Tim lapangan menemukan indikasi bahwa para pelaku bukan merupakan warga asli dari lingkungan tempat kejadian perkara tersebut berlangsung malam itu.

Aksi brutal ini terekam jelas saat salah satu anak memukul korban yang kemudian diikuti oleh teman-temannya secara bersama-sama hingga korban terdesak.

Baca Juga:16 Mahasiswa IPB Kena Sanksi, Diduga Lakukan Kejahatan Asusila di KampusHarga Minyakita Melambung Sentuh Rp 21.000 Pedagang Kecil Menjerit!

Meskipun korban sempat berusaha melarikan diri kelompok tersebut tetap mengejar dan terus melayangkan pukulan berkali-kali ke arah kepala serta badan korban.

Polisi menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan fisik yang dilakukan oleh anak-anak maupun remaja di wilayah hukum mereka.

“Terkait informasinya sudah kami terima, namun anggota yang ada di lapangan masih berusaha menelusuri siapa pelaku dan korbannya,” ujar Iptu Gofur Supangkat pada Selasa 20 April 2026.

Ia menambahkan bahwa kepolisian sangat membutuhkan kerja sama masyarakat untuk mengungkap identitas para aktor dalam video tersebut secara terang benderang.

Investigasi ini akan dilakukan secara profesional dengan tetap memperhatikan undang-undang perlindungan anak yang berlaku di Indonesia saat ini.

Leave a Comment