
JABAR EKSPRES – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyebut, dari 168 kuota jemaah haji, hanya 89 orang yang dipastikan berangkat pada 2026.
Kepala Kantor Kemenhaj KBB, Enjah Sugiarto, menjelaskan jumlah tersebut merupakan akumulasi dari berbagai faktor, mulai dari belum lunasnya biaya haji hingga adanya penundaan dan mutasi keberangkatan oleh jemaah.
“Dari 168 kuota itu, yang melunasi 107 orang. Tapi tidak semuanya berangkat dari Bandung Barat karena ada yang menunda dan ada juga yang mutasi,” ujar Enjah saat dihubungi, Senin (20/4/2026).
Baca Juga:Ribuan Pelaut RI Jadi Kekuatan Pertamina, Dominasi 94 Persen di Armada GlobalBanjir Bandang Terjang Cigudeg Bogor, Ratusan Warga Terdampak
Menurutnya, terdapat enam jemaah yang memilih menunda keberangkatan. Penundaan dilakukan karena alasan kesehatan serta menunggu keberangkatan bersama mahram yang jadwalnya berbeda.
“Yang menunda ada enam orang, ada yang karena kesehatan dan ada juga yang menunggu mahram karena jadwalnya tidak bersamaan,” katanya.
Selain itu, sejumlah jemaah juga mengajukan mutasi keberangkatan ke daerah lain, meski proses pelunasan dilakukan di Bandung Barat.
“Jadi ada juga yang pelunasannya di Bandung Barat, tapi memilih berangkat dari daerah lain karena mengajukan mutasi,” ucapnya.
Ia menambahkan, sistem pengisian kuota kini tidak lagi berbasis kabupaten/kota, melainkan provinsi. Sehingga sisa kuota yang tidak terisi akan dialihkan ke jemaah cadangan dari seluruh Jawa Barat berdasarkan nomor urut antrean.
“Sekarang kuotanya bukan lagi kabupaten/kota, tapi provinsi. Jadi sisa kuota diisi berdasarkan urutan dari seluruh Jawa Barat,” jelasnya.
Sebanyak 89 jemaah yang berangkat, lanjut Enjah akan didampingi satu pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta dua petugas haji daerah dari unsur tenaga kesehatan.
Baca Juga:Polisi Bongkar Peredaran Narkoba di Jonggol, 1,1 Kg Ganja dan Sabu DisitaJembatan Ambruk di Rumpin, Rumah Warga Ikut Roboh: Motor, Emas, dan Tabungan Rp50 Juta Hanyut
Total 92 orang tersebut tergabung dalam Kloter KJT 29 bersama jemaah dari Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Sumedang.
“Insyaallah masuk Kloter KJT 29, gabungan lima daerah. Pemberangkatan dari Bandung Barat direncanakan pada 13 Mei dari Masjid Ashiddiq,” pungkasnya. (Wit)