Diterjang Banjir Bandang Cigudeg, Sejumlah Pedagang Cuanki Asal Garut Terpaksa Pulang Kampung – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Banjir bandang menerjang Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (18/4/2026) malam.

Di balik derasnya arus yang meluluhlantakkan permukiman, 10 pintu kontrakan yang dihuni para pedagang cuanki asal Garut turut terseret, menyisakan kerugian besar dan masa depan yang mendadak tak pasti.

Salah satu korban, Angga (25), mengaku dari total 10 gerobak yang dimiliki bersama rekan-rekannya, hanya sebagian kecil yang berhasil diselamatkan.

Baca Juga:Banjir Bandang Terjang Cigudeg Bogor, 10 Kontrakan Hanyut Usai Tanggul JebolBanjir Bandang Terjang Cigudeg Bogor, Ratusan Warga Terdampak

“Ada 10 gerobak termasuk kompor, gas sama semua peralatan rumah ludes pokoknya. Yang berhasil diselamatin gerobaknya cuma 4,” ujarnya saat disambangi Jabar Ekspres, Minggu (19/4).

Tak hanya kehilangan alat berdagang, para penghuni kontrakan juga kehilangan tempat tinggal dan seluruh perabot.

Angga memperkirakan total kerugian yang dialaminya bersama rekan-rekannya mencapai Rp15 juta.

Ia mengaku, kondisi tersebut membuat dirinya dan rekan-rekannya tidak punya pilihan selain kembali ke kampung halaman.

“Kayanya kita besok pulang kampung ke Garut, mau nyari modal lagi buat dagang di sini,” kata dia.

Ia menambahkan, usaha berjualan cuangki telah ia jalani hampir satu dekade sejak merantau ke Bogor.

Namun, banjir kali ini disebut sebagai yang paling parah yang pernah ia alami.

Baca Juga:Kompensasi Tambang Cair, Ribuan Warga Cigudeg Terima Rp3 Juta per KKTemui Aksi Masa di Cigudeg, Bupati Bogor Hubungi Gubernur Jabar Terkait Solusi Tambang dan Bansos 

Kini, tanpa sisa harta dan alat usaha, para pedagang berencana meninggalkan lokasi bencana.

Mereka berharap ada perhatian dari pemerintah setempat agar bisa kembali bangkit.

“Harapan mah ada lah donasi buat bener benerin gerobak, nerusin usaha disini, mudah-mudahan aja, soalnya jadi satu-satunya jalan buat cari rezeki,” pungkasnya penuh harap.

Pewarta: Dzihar

Leave a Comment