
JABAR EKSPRES – Lonjakan jumlah pasien yang terjadi beberapa waktu terakhir membuat ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD KHZ Mustafa Kabupaten Tasikmalaya kewalahan.
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, turun langsung meninjau kondisi tersebut dan mengakui bahwa kapasitas IGD yang ada saat ini, masih sangat jauh dari kebutuhan riil masyarakat. Mengingat jumlah penduduk Kabupaten Tasikmalaya yang mencapai sekitar 2 juta jiwa.
Dalam kunjungannya ke rumah sakit yang menjadi andalan warga Kabupaten Tasikmalaya itu, Asep Sopari menyoroti secara khusus keterbatasan ruang perawatan darurat.
Baca Juga:Tingkatkan Kualitas Layanan, RSUD Welas Asih Resmikan Klinik Kesehatan Tradisional dan Perluas InfrastrukturRSUD Bhakti Padjajaran Resmikan Layanan DSA Berbasis BPJS, Warga Bogor Kini Bisa Nikmati Perawatan Stroke Cang
Berdasarkan data yang ia peroleh, saat ini IGD RSUD KHZ Mustafa hanya memiliki 26 tempat tidur (bed) untuk penanganan kegawatdaruratan, ditambah 23 bed cadangan. Secara total, kapasitas tersebut hanya sekitar 49 bed.
“Berbanding dengan 2 juta penduduk, dengan kedaruratan 26 bed, kemudian cadangan 23, jumlah berarti ada 49, menurut saya sih memang masih kurang. Maka kedepannya kita harus memperluas ruang IGD ini supaya bisa melayani penduduk kalau terjadi kedaruratan,” tegas Asep Sopari di sela-sela peninjauan, belum lama ini.
Asep tidak menampik bahwa kondisi IGD yang kerap penuh berdampak langsung pada kualitas dan kecepatan penanganan pasien.
Ia melihat sendiri bagaimana antrean pasien terjadi karena terbatasnya ruang transit sebelum pasien benar-benar mendapatkan ruang rawat inap.
Situasi ini, menurutnya, menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diatasi oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.
Meskipun masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi, Wakil Bupati memastikan bahwa langkah-langkah strategis jangka panjang telah mulai disiapkan.
Salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah memperkuat layanan kesehatan di wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya yang selama ini relatif sulit mengakses fasilitas kesehatan setara RSUD.
Baca Juga:Bupati Bandung Sidak RSUD Bedas Arjasari, Soroti Proyek ‘Anggeus Tapi Teu Anggeus’Aksi Tawuran Siswa SMP di Cimahi Terjadi di Belakang RSUD Cibabat
Rencananya, rumah sakit yang ada di Kecamatan Cikatomas akan ditingkatkan statusnya menjadi rumah sakit tipe D.
“Tapi kita sudah menyiapkan langkah-langkah penguatan rumah sakit yang hari ini ada di Cikatomas. Kita akan tingkatkan menjadi rumah sakit tipe D. Kita akan support anggarannya, saya mohon dukungan dari semua pihak dan nanti untuk wilayah selatan,” ungkap Asep.