
BANDUNG – Program Siliwangi Santri Camp (SSC) 2026 memasuki hari kedua pada Sabtu (18/4/2026) dengan agenda padat. Para santri dan santriwati dari Jawa Barat dan Banten tetap semangat tinggi meski harus bangun dini hari untuk salat tahajud, salat Subuh, apel pagi, senam, hingga mengikuti materi pembinaan internal tentang kepesantrenan.
Komandan Rindam (Danrindam) III/Siliwangi, Brigadir Jenderal TNI Bagus Budi Adrianto, menegaskan bahwa hari kedua ini menjadi inti dari kegiatan tersebut. Malamnya, acara akan ditutup dengan api unggun yang menyatukan semangat kebersamaan hingga tengah malam.
“Selama dua hari ini (kemarin, red), general melihat para santri masih semangat, masih sehat. Mereka bisa menyesuaikan dengan keadaan di Bandung karena rata-rata berasal dari wilayah Jawa Barat dan Banten. Cuaca relatif sama, Alhamdulillah tidak ada hujan lagi setelah pembukaan. Sampai saat ini belum ada yang sakit,” ujar Bagus saat ditemui di lokasi kegiatan, Rindam III/Siliwangi, Jalan Menado, Kota Bandung Sabtu (18/4/2026) sore.
Baca Juga:1.000 Santri Siap Ikuti SSC 2026, Persiapan Kodam III/Siliwangi Sudah 100 PersenSosialisasi 4 Pilar di Pesantren, Dede Yusuf Ajak Santri Sebarkan Nilai-Nilai Kebangsaan
Menurutnya, interaksi dan dialog dengan para santri menunjukkan antusiasme luar biasa. Banyak santri pria yang terbuka menyatakan keinginan menjadi anggota TNI. Meski belum ada jalur khusus santri, Brigjen Bagus menegaskan adanya prioritas bagi mereka yang memiliki kelebihan.
“Yang menguasai bahasa asing, terutama Arab dan Inggris, atau yang hafal Alquran, jelas menjadi nilai tambah. Kalau persyaratan dasar terpenuhi sehat, fisik lulus, ditambah kemampuan santri, pasti lebih diutamakan dibandingkan calon dari jalur umum,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa Siliwangi Santri Camp 2026 ini merupakan angkatan keempat secara nasional untuk Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI), dan yang kedua di bawah Rindam III/Siliwangi. Program ini akan berlanjut sepanjang tahun, bahkan hingga tahun depan, sebagai arahan langsung pimpinan TNI.
Bagus juga membuka peluang lebih luas bagi para santri untuk terlibat dalam Komponen Cadangan (Komcad) TNI. “Santri ini sebenarnya komponen nirmiliter yang sangat strategis. Mereka bisa membantu mengatasi ancaman bencana alam, kelaparan, hingga serangan musuh. Nanti ada rekrutmen khusus Komcad, dan santri akan mendapat perhatian lebih lanjut,” jelasnya.