
JABAR EKSPRES – Upaya pencegahan stunting semakin diarahkan pada penguatan layanan dasar yang diiringi edukasi langsung kepada keluarga.
Melalui program Sahabat Posyandu, Alfamart bersama PT Darya-Varia Laboratoria Tbk menghadirkan layanan terpadu di 28 kota dengan target 2.800 ibu dan anak selama April 2026.
Di Kabupaten Bandung, kegiatan berlangsung di wilayah Kutawaringin dan menjadi salah satu titik dengan partisipasi tinggi.
Baca Juga:Baru Diresmikan 1 Bulan, Jembatan Gombang dengan Anggaran Rp1 Miliar Ambruk Peluang Cuan Besar bagi Indonesia, Barantin Ekspor Langsung Durian Beku ke China
Sejak pagi, lebih dari 100 ibu bersama balitanya hadir untuk memanfaatkan layanan yang tersedia.
Tingginya kehadiran ini mencerminkan masih besarnya kebutuhan masyarakat terhadap akses layanan kesehatan yang mudah dijangkau.
Dalam pelaksanaannya, layanan yang diberikan tidak hanya terbatas pada penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, tetapi juga imunisasi, pemeriksaan tumbuh kembang anak, edukasi gizi, hingga Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
Seluruh rangkaian kegiatan ditangani langsung oleh kader posyandu bersama tenaga kesehatan dari puskesmas setempat.
Salah satu peserta, Lia (22), mengatakan kehadiran posyandu sangat membantu dirinya dalam memantau kondisi anak secara rutin.
“Di posyandu biasanya anak saya ditimbang berat badan dan diukur tinggi badannya. Hari ini sekalian imunisasi. Ditambah tadi ada penyuluhan kesehatan oleh pihak puskesmas,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Ia mengaku, selain mendapatkan layanan kesehatan, dirinya juga memperoleh informasi penting terkait pola asuh dan kesehatan anak yang bisa diterapkan di rumah.
Baca Juga:Harga Minyakita Naik Tipis, Mendag Klaim Tidak Ada Kelangkaan Stok Survei Kompas: 81,4 Persen Warga Bandung Optimistis, Kinerja Pemkot Tuai Apresiasi
Tenaga kesehatan, Gayatri, menilai pendekatan kolaboratif yang dilakukan mampu meningkatkan kehadiran warga secara signifikan. Ia menyebut, dalam kegiatan posyandu biasa, jumlah peserta tidak selalu tinggi.
“Selama ini belum tentu bisa menghadirkan hingga 100 peserta pada posyandu. Alhamdulillah pada hari ini warga antusias mengikuti posyandu karena kegiatan kali ini juga dilengkapi dengan edukasi kesehatan keluarga yakni mengenai virus campak,” kata Gayatri.
Menurutnya, edukasi menjadi faktor penting dalam menarik minat masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman mereka terhadap pentingnya pencegahan penyakit sejak dini.
Gayatri juga menjelaskan bahwa posyandu tidak hanya menyasar balita, tetapi juga ibu hamil yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara berkala.
“Posyandu menjadi salah satu sarana untuk memudahkan masyarakat saat mengakses fasilitas kesehatan. Pada hari ini posyandu juga dihadiri oleh para ibu hamil yang kami periksa, kami berikan edukasi khusus ibu hamil. Alhamdulillah, posyandu bersama ini memberikan banyak manfaat,” ungkapnya.