
JABAR EKSPRES – Sebanyak 14 bangunan liar di Jalan Cipinang Gading, Kelurahan Ranggamekar, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, dilakukan pembongkaran.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan, pembongkaran oleh petugas gabungan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Satpol PP Kota Bogor dan unsur terkait lainnya dilakukan karena bangunan tersebut berdiri di atas saluran air sehingga menghambat fungsi drainase.
Akibatnya, saat hujan turun, air kerap meluap ke badan jalan karena aliran tidak berjalan optimal.
Baca Juga:Dari Desa Terdampak Bencana ke Mandiri Energi, Program Pertamina Ubah Nasib WargaPuncak Diserbu! Volume Kendaraan Naik 70%, Jalur Puncak-Cianjur Padat Merayap
“Ini upaya kami untuk terus memetakan dan melakukan perbaikan di beberapa titik, terutama drainase dan saluran pembuangan, agar tidak lagi terjadi genangan karena drainase terhambat bangunan,” kata Dedie, Jumat (3/4/2026).
Selain mengganggu aliran air, keberadaan bangunan liar juga disebut Dedie mempersempit ruas jalan. Aktivitas usaha dan parkir di sekitar bangunan liar pada lokasi tersebut membuat akses kendaraan menjadi tersendat.
Lebih lanjut dijelaskan, bangunan yang dibongkar itu kerap digunakan untuk berbagai jenis usaha, mulai dari bengkel, tempat cuci kendaraan (steam), hingga warung makan. Meski demikian, sebagian pemilik disebut membongkar lapaknya secara mandiri.
“Sudah jalannya sempit, kemudian terhambat pula. Ada warung, ada parkir, jadi memang perlu ditata. Sebagian bahkan ada yang secara sukarela membongkar sendiri, tentu kami apresiasi,” ucapnya.
Dedie pun menyebut, diduga masih ada sejumlah bangunan serupa ke arah kawasan Bogor Nirwana Residence, Kecamatan Mulyaharga, Kecamatan Bogor Selatan, yang akan ditinjau dan ditindaklanjuti untuk penyempurnaan akses di wilayah tersebut.
Adapun area bekas pembongkaran nantinya akan difokuskan untuk normalisasi saluran air agar kembali berfungsi optimal dan tidak lagi menyebabkan genangan di badan jalan.
“Bagaimana memberikan akses yang lebih nyaman dan lebih baik untuk masyarakat Bogor Selatan yang selama ini masih terkendala proses penyelesaian trase. Dengan membongkar bangunan yang selama ini menghambat, tentu masyarakat akan lebih nyaman,” ucapnya.