
JABAR EKSPRES – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan kesiapan menghadapi potensi lonjakan kasus campak dengan menyiapkan langkah preventif, mulai dari imunisasi hingga fasilitas perawatan khusus.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes KBB, Lia Nurliana Sukandar, mengungkapkan sepanjang 2026 tercatat 14 kasus campak terkonfirmasi. Namun, seluruh pasien kini telah dinyatakan sembuh.
“Total ada 14 kasus positif berdasarkan dua tahap pengujian sampel di Biofarma. Saat ini semuanya sudah sembuh,” ujar Lia, Selasa (31/3/2026).
Baca Juga:Dokter Internship Meninggal karena Campak, Kemenkes Angkat BicaraKasus Campak di Jawa Barat Melonjak, Warga Diminta Waspada Penularan Saat Mudik Lebaran 2026
Ia menjelaskan, campak merupakan penyakit akibat virus yang dapat menyerang semua kelompok usia, mulai dari balita hingga orang dewasa. Upaya pencegahan utama dilakukan melalui imunisasi yang diberikan pada usia 9 bulan dan 18 bulan.
“Karena disebabkan virus, campak bisa sembuh dengan daya tahan tubuh yang baik. Asupan gizi seimbang dan pemberian vitamin A juga membantu proses pemulihan sekaligus pencegahan,” jelasnya.
Selain langkah pencegahan, Dinkes KBB juga memastikan kesiapan fasilitas layanan kesehatan untuk menangani kemungkinan peningkatan kasus. Salah satunya dengan menyediakan ruang isolasi khusus bagi pasien campak.
“Pasien campak harus dirawat terpisah untuk mencegah penularan. Saat ini kami telah menyiapkan total 57 tempat tidur isolasi,” katanya.
Tak hanya itu, ketersediaan tenaga kesehatan, obat-obatan, serta vaksin juga telah dipastikan aman guna mendukung penanganan kasus di lapangan.
Lia mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta melengkapi imunisasi anak.
“Jika muncul gejala seperti demam, ruam kulit, dan mata merah, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat agar tidak berkembang menjadi lebih parah,” tandasnya. (Wit)